Gerindra Sindir Anak Pendiri Parpol Dikarbit, PD Pamer Capaian AHY

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 20 Des 2021 17:17 WIB
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berziarah di makam kakeknya Sarwo Edhie Wibowo. AHY tampak melakukan tabur bunga di makam kakeknya.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Rinto Heksantoro/detikcom)
Jakarta -

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut partainya tak ada oligarki seraya menyindir anak pendiri partai politik (parpol) tertentu dikarbit. Partai Demokrat (PD) memamerkan capaian Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kita menghargai pernyataan Bang Dasco yang menjelaskan tentang kondisi dan dinamika di internal Partai Gerindra. Selebihnya berkaitan dengan pernyataannya tentang partai lain, tentunya Bang Dasco yang mesti menjelaskan," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Menurut Kamhar, pernyataan Dasco merupakan hal biasa saja. Sebab, Kamhar menilai setiap partai memiliki cara pandang dan pendekatan sendiri dalam merumuskan agenda strategis partai, termasuk dalam hal kaderisasi dan regenerasi.

"Kami di Partai Demokrat merasa bersyukur memiliki Mas Ketum AHY, figur pembelajar yang terus mempersiapkan diri sebagai penerus Pak SBY. Belum genap 2 tahun kepemimpinan Mas Ketum AHY, telah banyak capaian yang diraih dalam memimpin partai, mulai dari gerakan yang dilakukan partai dalam merespons pandemi COVID-19, sukses dalam memperoleh capaian kemenangan melampaui target pada Pilkada Serentak 2020 yang lalu," ujarnya.

Kamhar juga memamerkan capaian AHY memimpin perlawanan dan mengelola konflik yang didukung segenap kader terhadap upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat oleh Kepala KSP Moeldoko.

"Sukses ini semakin mengasah dan meneguhkan kualitas kepemimpinan Mas Ketum AHY yang telah teruji dan andal. Saat ini Mas Ketum AHY juga secara aktif memimpin langsung konsolidasi internal Musda dan Muscab yang tengah berjalan," ucapnya.

Selain itu, Kamhar memamerkan nama AHY yang kerap muncul di sejumlah survei, meski nama AHY tak melulu menempati urutan teratas di survei.

"Sukses kepemimpinan Mas Ketum AHY ini terpotret pada hasil berbagai lembaga survei yang terus menunjukkan trend kenaikan seperti yang dirilis SMRC sebesar 8,6% pada Oktober lalu dan rilis Indikator sebesar 10% pada Desember ini. Ini semakin meningkatkan semangat dan optimisme kader mewujudkan sukses Pemilu 2024," imbuhnya.

"Tadi sudah disampaikan bahwa regenerasi itu penting. Di Gerindra itu tidak mengenal adanya oligarki kekuasaan. Bahkan terhadap anak pendiri Gerindra pun itu tidak ada keistimewaan," ujar Dasco dalam agenda Penutupan Kongres Tunas Indonesia Raya (Tidar) di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (19/12).Partai Gerindra sebelumnya mengklaim tak melanggengkan adanya oligarki di kalangan internal partainya. Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya tidak mengenal oligarki atau adanya sekelompok orang tertentu yang berkuasa.

Dasco mencontohkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum PP Tidar periode 2021-2026. Menurut dia, Rahayu terpilih lantaran telah melewati banyak fase perjalanan politik meski merupakan anak dari salah satu pendiri sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hasyim Djojohadikusumo.

"Rahayu Saraswati yang saya kenal itu menapak dan mengikuti serta mengalami pendidikan dan berjenjang. Jadi tidak kemudian seperti partai-partai lain yang bapaknya mendirikan partai dan ketua umum partai, tiba-tiba anaknya langsung dikarbit," katanya.

Dasco menyebut rekam jejak Rahayu di perpolitikan sudah beragam salah satunya mengikuti organisasi sayap partai, Tidar, sebelum menjadi Waketum DPP Gerindra.

"Kalau orang bilang, 'wah, itu kan anak Pak Hasyim, enggak gitu, kita tahu sejarahnya. Sudah pernah jadi anggota DPR RI, ketum sayap partai dan Waketum partai besar. Jadi ini adalah prestasi yang dibuat berjenjang. Bukan karena ada pak Hasyim saya ngomong begini," lanjut Wakil Ketua DPR itu.

Simak Video: Elektabilitas Ketum Parpol Versi IPO: Prabowo Teratas Disusul AHY

[Gambas:Video 20detik]




(rfs/gbr)