Pilu Bayi Berkelamin Ganda di NTB, Tak Kunjung Operasi Gegara Biaya

Faruk - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 19:05 WIB
Little toes, baby feet wrapped in a heart blanket
Ilustrasi bayi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Axiara)
Dompu -

Kisah pilu datang dari seorang bayi bernama Faisal di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Faisal, yang memiliki kelamin ganda, tak kunjung dioperasi karena kesulitan biaya.

Orang tua Faisa, Angga dan Nurul, mengaku ingin anak yang berusia 1 tahun 8 bulan itu segera dioperasi. Namun, keduanya masih terkendala mahalnya biaya operasi.

"Keadaannya begini sejak lahir, belum dioperasi. Disuruh dokter untuk operasi tapi belum ada biaya," kata Nurul kepada wartawan, Sabtu (17/12/2021).

Nurul mengatakan dokter menyarankan anaknya dioperasi di rumah sakit yang ada di Denpasar, Bali. Menurutnya, operasi itu membutuhkan biaya sekitar Rp 30 juta.

"Biaya operasinya Rp 30 juta, rencananya di Bali. Kalau tidak di Mataram, ya di Bali," ujarnya.

Nurul mengatakan anaknya itu sudah empat kali keluar masuk rumah sakit untuk proses perawatan. Dia mengatakan anaknya mengalami sakit di perut ketika hendak membuang air kecil.

"Sudah empat kali masuk rumah sakit, dokter selalu mengatakan harus operasi. Tapi kami bilang belum ada biaya," ucapnya.

Selama ini, Nurul dan suaminya merawat anaknya di rumah dengan mengonsumsi obat pereda nyeri sakit perut ketika buang air kecil secara rutin. Obat tersebut dibeli seharga Rp 200 ribu sekali beli dan rutin dilakukan.

"Disuruh oleh orang minum obat, dibeli sendiri, sekali beli Rp 200 ribu, sudah tak terhitung berapa kali dibeli," tuturnya.

Nurul dirinya bekerja sebagai buruh tani di lahan orang dengan upah yang tak kecil.

"Untuk mendapatkan uang, kita pergi bertani dengan jadi buruh kepada orang," ucapnya.

Dia mengaku mengetahui anaknya memiliki kelamin ganda pada saat berumur 3 bulan. Saat itu, anaknya mengeluarkan air kencing melalui kelamin wanita.

Dia juga mengaku bingung untuk memberikan nama kepada anaknya karena kondisi tersebut. Meski demikian, mereka memberi nama anaknya Faisal.

"Namanya laki-laki biasa kita panggil Ical, tapi makin ke sini semakin berubah wajahnya ke arah jenis kelamin perempuan," jelasnya.

Nurul yang tinggal di Dusun Madya, Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu itu kini menunggu bantuan sambil berusaha mendapatkan biaya untuk operasi anaknya.

(haf/imk)