Lewat Pintu Belakang, Dirut PLN Kecoh Wartawan Lagi
Senin, 01 Mei 2006 21:25 WIB
Jakarta - Wartawan hanya bisa gigit jari. Sebab setelah menunggu lebih dari 9 jam, tidak bisa menemui Dirut PLN Eddie Widiono. Eddie lagi-lagi berhasil mengecoh wartawan setelah diperiksa Mabes Polri.Sejak pukul 10.00 WIB sampai 19.30 WIB, Eddie dimintai keterangan sebagai tersangka kasus korupsi proyek PLTG / PLTU Borang, Sumatera Selatan, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (1/5/2006). Ia diduga telah merugikan negara sebesar Rp 122 miliar.Pekan lalu, pada pemeriksaan pertamanya, Eddie juga berhasil mengelabuhi wartawan. Saat itu ia keluar dengan mengendap-endap dari pintu belakang Bareskrim Mabes Polri.Agar tidak kecolongan wartawan berjaga-jaga di 2 titik yang dicurigai. Tempat itu adalah pintu belakang Bareskrim, dan di tempat parkir.Wartawan nongkrong di dekat Kijang Inova hitam B 8329 TU sambil mengawasi Kijang Inova silver B 1491 WQ yang diparkir di depan pusat laboratorium forensik (puslabfor). Salah satu mobil itu didiga milik Eddie.Pada 19.30 WIB beberapa orang keluar dari pintu belakang Bareskrim. Namun diantara orang-orang itu tidak nampak sosok Eddie.Ternyata sang Dirut PLN keluar lewat pintu dekat puslabfor bersama pengacaranya Maqdir Ismail. Yang mengagetkan wartawan, mereka tidak naik Kijang Inova Silver melainkan Kijang Super yang juga berada di depan puslabfor.Melihat itu, wartawan bergegas mengejar Eddie, namun Eddy menolak berbicara. Ia bergegas masuk mobil diikuti pengacaranya dan langsung melesat kabur meninggalkan Mabes Polri. Bahkan saat detikcom menghubungi Maqdir, ponselnya selalu dalam kondisi sibuk.
(nvt/)











































