IDI Wanti-wanti Mobilitas Tinggi di Pulau Jawa Usai Masuknya Varian Omicron

Yulida Medistiara - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 15:47 WIB
Female doctor holds a face mask with - Omicron variant text on it. Covid-19 new variant - Omicron. Omicron variant of coronavirus. SARS-CoV-2 variant of concern
Omicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/golibtolibov)
Jakarta -

Sejauh ini sudah ada tiga kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia yang terdeteksi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih meminta pemerintah memberi perhatian ke wilayah yang mobilitasnya tinggi, seperti Pulau Jawa.

Daeng meminta pemerintah mengantisipasi karena tingginya mobilitas masyarakat bakal berdampak pada cepatnya penyebaran varian Omicron.

"Sebenarnya kan virus COVID-19 secara keseluruhan ini kan memang menyebar berdasarkan tingkat mobilitas dan aktivitas masyarakat. Semakin mobilitasnya tinggi, semakin sifat kepadatannya tinggi, itu biasanya angka penularan akan jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, memang Jawa akan menjadi perhatian karena kepadatan tinggi, mobilitas tinggi," kata Daeng dalam diskusi bertajuk 'Heboh Omicron' yang disiarkan di YouTube MNC Trijaya, Sabtu (18/12/2021).

Selain itu, daerah yang rawan menjadi penyebaran Omicron di antaranya daerah yang merupakan pintu masuk Indonesia, misalnya bandara atau pelabuhan. Selain itu, komunitas masyarakat yang datang dari luar negeri juga patut diperhatikan.

"Itu daerah-daerah yang memang ada di sekitar pintu masuk Indonesia, pintu masuk itu di situ ada bandaranya, di situ ada komunitas yang memang ada masyarakat kita yang dari luar negeri masuk ke situ. Delta dikaitkan dengan DKI, Omicron ini harus juga melihat komunitas masyarakat kita yang mungkin datang dari sana. Nah, itu betul betul diawasi sekitar situ," ujarnya.

Oleh karena itu, IDI menyarankan pemerintah memperketat pintu masuk kedatangan internasional serta melakukan tracing terhadap kontak erat pasien Omicron. Selain itu, pemerintah disarankan membangun kembali tempat isolasi mandiri untuk mencegah lonjakan kasus dan penuhnya kapasitas BOR seandainya telah terjadi transmisi lokal varian Omicron.

"Ya, kalau sampai sudah transmisi lokal, saya kira penyiapan itu perlu dilakukan, meskipun prediksinya kebanyakan ini kasus ringan, tetapi kan kepanikan itu kalau orang sudah sakit itu tidak bisa dihindari, harus minta dirawat. Tapi, karena ini prediksinya kasus ringan, shelter-shelter untuk isolasi itu sebaiknya kita sudah siap meskipun ini masih awal, ya," ungkapnya.

"Karena kalau terlambat kita mengkonversi dari gedung jadi tempat isolasi, itu keburu rekan-rekan yang sakit tidak kebagian, itu akan menimbulkan kepanikan dan itu yang mungkin secara psikologis yang tidak menguntungkan bagi kita," imbuhnya.

Selain itu PB IDI mengimbau rekan-rekan tenaga kesehatan di daerah untuk bersiap menghadapi varian Omicron di lapangan.

Simak Video 'Cegah Penyebaran Omicron, Polri Gencarkan Tindak Pelanggar Prokes':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/bar)