Merapi Mulai Masuki Fase Erupsi

Merapi Mulai Masuki Fase Erupsi

- detikNews
Senin, 01 Mei 2006 20:51 WIB
Yogyakarta - Gunung Merapi yang ada diperbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta masih berstatus siaga. Namun saat ini mulai memasuki fase erupsi. Hal itu ditunjukkan semakin meningkat terjadinya guguran material dari puncak.Dua kali terjadi guguran material lava di kubah lava tua pada hari Senin (1/5/2006) dini hari. Guguran itu terjadi di sebelah Selatan dan Barat Daya Merapi. Guguran material itu masuk ke celah Gegerboyo di Selatan dan sebelah Timur kubah lava tahun 1997. "Dari aspek vulkanologi, sekarang ini masih memasuki fase erupsi. Dari pos Babadan suara guguran itu terdengar sebanyak dua kali," kata Subandriyo, Kepala Seksi Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) di Jalan Cendana, Yogyakarta, Senin (1/5/2006).Namun kata Subandriyo, pihaknya sampai sekarang pihaknya belum bisa mendeteksi arah letusan, apakah ke arah Selatan, Barat atau Barat Daya. Namun bila sudah memasuki fase erupsi, tidak lama lagi akan muncul titik api diam dan lava pijar. "Tapi kami belum bisa memastikan kapan muncul. Karena itu, kami terus memantau setiap hari arah guguran material di atas," katanya.Menurut dia, hasil pengamatan visual dari Pos Kaliurang Sleman, di puncak Merapi tampak terjadi perubahan morfologi yang cukup signifikan. Di puncak terjadi peningkatan volume kubah setiap harinya dengan kapasitas sekitar 200 ribu meter kubik.Dia menambahkan berdasarkan pengamatan visual pada hari Senin pagi asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap mencapai 800 meter terukur dari Pos Kaliurang pada pukul 07.28 WIB. Pada hari Senin pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terjadi gempa fase banyak (MP) 84 kali, empat kali guguran lava dan sekali gempa vulkanik dangkal.Sementara itu pada Minggu (30/4), kata dia, tercatat 248 kali gempa fase banyak, 31 kali gempa guguran lava, satu kali gempa tektonik, gempa frekuensi rendah (LF) satu kali dan gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads