ADVERTISEMENT

Polri soal Kontak Tembak KKB: Kami Lindungi Diri, Anggota Tak Menyerang

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 22:56 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polri menanggapi rentetan kontak tembak di Papua yang terjadi antara teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan kepolisian. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut anggota Polri melakukan penembakan karena lebih dulu diserang oleh kelompok KKB.

"Seperti kontak tembak senjata yang terjadi aparat kepolisian itu posisinya diserang, tentu terjadinya kontak tembak karena situasi aparat kita," kata Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (16/12/2021).

Ramadhan mengatakan kepolisian tidak melakukan penyerangan terhadap kelompok KKB. Kepolisian melakukan penembakan hanya untuk melindungi diri.

"Jadi kontak tembak itu sebagai wujud perlindungan diri, bukan untuk menyerang, anggota kita tidak menyerang, tapi ketika kita diserang kita melindungi diri. Tentu kita berusaha bila dia menyerang ditangkap diproses," ujar Ramadhan.

Selain itu, kata Ramadhan, untuk menangani aksi KKB, pihaknya akan mengoptimalkan peran Satgas Nemangkawi. Upaya lainnya disebutkan Ramadhan berupa peningkatan koordinasi hingga patroli.

"Kita mengoptimalkan peran operasi Nemangkawi itu saja, sampai sekarang belum ada penambahan personel. Kita lebih optimalkan ke sana Satgas Nemangkawi. Terus koordinasi ditingkatkan di sana, peningkatan patroli, peningkatan pengamanan," ujarnya

Ramadhan juga menegaskan pihak kepolisian bertugas melindungi masyarakat. Ia menyebut kelompok KKB pun adalah warga negara yang dapat memperoleh perlindungan namun tetap diproses sesuai tindak pidana yang dilakukan.

"Polri adalah alat penegak hukum, tapi Polri juga adalah pelindung dan pelayan masyarakat. Mereka kan seorang warga negara yang melakukan kriminal. Tentu prosesnya adalah proses sesuai dengan perbuatan atau tindak pidana yang dilakukan, bukan diperangi, bukan," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT