Ketika Ganjar Dikerubuti Warga Saat Dampingi Jokowi Kunker di Blora

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 22:19 WIB
Sahabat Ganjar
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ratusan warga dan pedagang berkerumun di Jalan Randu Blatung, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Pasar Mulyorejo. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu sontak menghentikan aktivitas jual-beli di pasar tersebut.

Dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Jumat (17/12/2021), selain melawat ke Kabupaten Blora, kunjungan kerja Jokowi kali ini sekaligus untuk menjajal dan meresmikan Bandara Ngloram, Cepu, Blora menggunakan pesawat ATR 72-600. Dari bandara, Jokowi yang direncanakan bertolak ke Ngawi, Jawa Timur, menyempatkan diri untuk mampir dan menyapa pedagang serta warga di Pasar Mulyorejo.

"Pak, pak Jokowi.. pengin salaman karo pak Jokowi," ujar seorang ibu sambil berebut posisi terbaiknya.

Konsentrasi massa pun terpecah saat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang turut mendampingi kunker Jokowi melintas.

"Wah ana pak ganjar, pak mriki pak, salim. Pak foto bareng pak," teriak beberapa warga.

Tanpa melepas tangan istrinya, Siti Atikoh, Ganjar pun menuruti permintaan warga. Warga yang tak bisa menyapa langsung Jokowi pun mulai mendekat pada Ganjar.

"Yo kene, lha ndi iki hapene mati kok," ucap Ganjar pada warga yang HP nya diraih untuk wefie.

Ganjar terus dikerubuti warga yang ingin berfoto atau sekadar bersalaman dengannya. Tak sedikit yang juga mendoakan kesehatan Ganjar. Orang nomor satu di Jateng itu pun sesekali mengingatkan agar warga memakai maskernya dengan benar.

"Iyo ayo foto, kui maskere dinggo. Ayo maskere dinggo sik. Wis gek ndang crak crek jepret," tutur Ganjar sebelum kembali masuk dalam rangkaian kendaraan kunker Presiden Joko Widodo.

Sebagai informasi, Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah itu merupakan bandara milik PT Pertamina (Persero) sejak 1984. Kemudian dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan dengan anggaran Rp 132 miliar. Menggunakan APBN, pengembangan Bandara Ngloram berlangsung sejak 2018 hingga 2021.

(akn/ega)