ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Kontraktor Sumur Resapan Tanggapi Penolakan Warga

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 18:22 WIB
Kondisi sumur resapan di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 10 Desember 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Kondisi sumur resapan di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 10 Desember 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Menyusul kehebohan sumur resapan yang jebol oleh roda mobil politikus PSI Isyana Bagoes Oka, warga di Perumahan Taman Bona Indah menolak pengerjaan sumur resapan di lingkungannya karena mereka menilai sumur resapan itu tidak optimal. Pihak kontraktor menanggapi penolakan warga dengan menjelaskan bahwa proyek ini belum selesai sehingga belum bisa dinilai apakah optimal atau tidak.

"Jadi ini sedang tahap finishing dan belum serah terima dengan pihak Dinas Sumber Daya Air DKI untuk pemeliharaannya," kata Project Manager Arvirotech, M Dedi Charles, Kamis (10/12/2021) kemarin.

PT Arvirotech Konstruksi kebagian mengerjakan 13 kolam resapan modular di Perumahan Taman Bona Indah ini. Sumur resapan yang jebol oleh mobil Isyana pada 8 Desember lalu (dan juga oleh truk sebelumnya) juga merupakan pekerjaan Arvirotech.

"Itu kan masih tanpa finishing, jadi seperti tangkapan air dan lain-lain masih progres pengerjaan. Kalau untuk pemeliharaan, belum saatnya. Apalagi, ini progres masih berjalan, pemeliharaan itu nanti setelah pekerjaan sudah serah-terima dengan Sumber Daya Air," kata Dedi Charles.

Bahkan penutup sumur resapan yang semula jebol oleh roda mobil Isyana belum dilubangi sampai saat ini. Soalnya, pihak kontraktor masih mengerjakan komponen lain.

"Sementara kita bikinkan water trap-nya dulu," kata Dedi Charles.

Sumur resapan di Jl Bona Vista, Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 17 Desember 2021, 15.30 WIB. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Sumur resapan di Jl Bona Vista, Perumahan Taman Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 17 Desember 2021, 15.30 WIB. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

Protes warga

Kabar teranyar disampaikan oleh Arnold Mamesah, warga perumahan Taman Bona Indah yang juga menjadi pelapor peristiwa jebolnya sumur resapan itu ke Pemprov DKI Jakarta via akun Twitter, pada 8 Desember 2021.

Arnold menyatakan warga menolak pembangunan sumur resapan oleh kontraktor yang saat ini mengerjakan proyek Pemprov DKI di Bona Indah. Hal yang ditolak warga bukanlah sumur resapan itu sendiri karena Arnold mengaku mendukung proyek sumur resapan Pemprov DKI. Hal yang ditolak warga adalah pembangunan sumur resapan yang dinilai warga tidak optimal.

Surat penolakan warga Bona Indah terhadap pengerjaan sumur resapan di lingkungannya. (Dok Arnold Mamesah)Surat penolakan warga Bona Indah terhadap pengerjaan sumur resapan di lingkungannya. (Dok. Arnold Mamesah)

Arnold berbicara atas nama Tim Asistensi RW 06 Bona Indah-Lebak Bulus-Cilandak, Jakarta Selatan. Selain Arnold, ada satu orang lagi yang mencantumkan tanda tangan dalam pernyataan sikap, yakni Nugroho Setiadi (Kak Nunuk).

"Iya artinya saya dan Kak Nunuk (Nugrogo Setiadi) satu lagi, sudah sangat dipercayakan oleh pengurus RW dan warga disini untuk membuat hal seperti itu. Jadi itu sudah mempresentasikan secara keseluruhan warga," kata warga yang menyampaikan hal ini, Arnold, kepada wartawan, Kamis (16/12) kemarin.

"Memperhatikan kondisi di atas, kami dengan tegas menyatakan tidak dapat memberikan akseptansi atau penerimaan terhadap hasil pengerjaan penyediaan sumur dan kolam resapan tersebut. Kecuali dilakukan koreksi dan perbaikan secara menyeluruh sehingga fungsinya berjalan maksimal," kata mereka dalam pernyataan tertulisnya.

Simak juga video 'Heboh Harga Sumur Resapan Rp 80 Juta Per Unit, Ini Kata Pemrov DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT