Pembuat 72 SIM Palsu di Kapuas Kalteng Ditangkap, Raup Rp 35,8 Juta

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 14:05 WIB
Polisi bekuk pelaku pembuatan SIM palsu yang raup Rp 35,8 juta. (Dok. Polres Kapuas)
Foto: Polisi bekuk pelaku pembuatan SIM palsu yang raup Rp 35,8 juta di Kapuas. (Dok. Polres Kapuas)
Jakarta -

Polisi menangkap seorang mantan pegawai harian lepas (PHL) di Satlantas Polres Kapuas berinisial T (36). T diduga melayani pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu di wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak bulan Agustus sampai November 2021.

"Diketahui pada Agustus sampai November 2021 di Kapuas, Kalteng, telah terjadi tindak pidana pemalsuan SIM, dengan cara mencetak menggunakan printer dengan menggunakan kertas PVC," ujar Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang dalam keterangannya, Jumat (17/12/2021).

Situmeang menjelaskan kejadian bermula pada Agustus 2021 saat pelapor berinisial M meminta tolong kepada pelaku, T, untuk mengurus pembuatan SIM C baru. Kemudian, T meminta uang sebesar Rp 400 ribu, fotokopi KTP, dan foto M sebagai persyaratan pembuatan SIM C tersebut.

Setelah pembuatan SIM C tersebut selesai, T langsung mengantarkan SIM palsu itu kepada M. T mengatakan kepada M, apabila ada keluarga yang ingin membuat SIM secara online, maka bisa langsung menghubungi T. M tidak mengetahui kalau SIM itu ternyata palsu.

"Sejak saat itu sampai dengan November 2021, kurang lebih sebanyak 72 orang meminta tolong kepada terlapor untuk dibuatkan SIM secara online," tutur Situmeang.

Lebih lanjut, Situmeang membeberkan harga pembuatan SIM ilegal oleh pelaku itu. T mematok harga Rp 400 ribu per lembar untuk SIM C, Rp 600 ribu per lembar untuk SIM A, dan Rp 2,8 juta per lembar untuk SIM B2 Umum.

Korban Baru Sadar SIM Itu Palsu Saat Ditilang

Selanjutnya, pada Minggu (21/11), M dihubungi salah satu temannya berinisial A, bahwa yang bersangkutan telah ditilang oleh Satlantas Polres Banjar, dan diberitahu petugas yang menilang bahwa SIM yang dibawa merupakan SIM palsu. Mendengar hal tersebut, M langsung menghubungi pelaku.

"Terlapor mengatakan memang SIM tersebut palsu dan berjanji akan menggantinya dengan SIM asli. Namun, sampai dengan saat ini, terlapor tidak ada melakukan hal tersebut," kata Situmeang.

"Atas kejadian tersebut, seluruh korban mengalami kerugian sebesar Rp 35,8 juta dan melaporkan T ke Polres Kapuas guna proses lebih lanjut," sambungnya.

Adapun polisi turut menyita sejumlah barang bukti dari pelaku. Di antaranya seperti 13 lembar SIM A dan 43 lembar SIM C yang diduga palsu.

Pelaku Keluar dari Satlantas Karena Tidak Diberi Naik Gaji

Sementara itu, Situmeang mengungkapkan pelaku beraksi setelah keluar dari pekerjaannya di Satlantas Polres Kapuas. T sudah tidak menjadi PHL di sana sejak Maret 2021.

"Maret 2021 keluar. Benar, baru beraksi setelah keluar," terang Situmeang.

Situmeang menjelaskan T sempat bekerja di Satlantas Polres Kapuas sebagai PHL selama 7 tahun. T keluar dari tempat kerjanya karena tidak diberi kenaikan gaji.

"Mau minta naik gaji, tapi dari Satlantas-nya tidak mau. Akhirnya dia keluar," imbuhnya.

(drg/idh)