ADVERTISEMENT

Ketua Harian Jawab Isu Friksi Gerindra soal Sandiaga 'Rekayasa' Ijtima Ulama

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 13:01 WIB
Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (Foto: dok Istimewa)
Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bakal mengklarifikasi Kamrussamad soal tudingan rekayasa Ijtima Ulama terhadap sesama kader, Sandiaga Uno. Dasco menjamin tudingan itu tidak menunjukkan adanya friksi di kalangan internal Gerindra.

"Bahwa tidak akan ada friksi internal di Gerindra, saya jamin itu," kata Dasco saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).

Dasco berbicara kemungkinan perbedaan secara pribadi antara Kamrussamad dan Sandiaga Uno. Dia pun bakal mengklarifikasi terkait tudingan rekayasa Ijtima Ulama yang disampaikan Kamrussamad ke Sandiaga Uno.

"Kalau ada perbedaan secara pribadi, baru kita akan tanyakan yang bersangkutan maksudnya bagaimana itu soal masalah yang disampaikan dalam statement soal ijtima ulama," ucapnya.

Dugaan Friksi di Gerindra

Sebelumnya, dugaan adanya friksi disampaikan oleh Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno. Dia menyebut ada kemungkinan timbulnya friksi di internal Gerindra setelah munculnya tudingan rekayasa ijtima ulama dari sesama kader Gerindra.

"Pernyataan salah satu elite Gerindra itu menegaskan satu hal bahwa di internal Gerindra ada friksi. Perkara biasa dalam partai politik. Tapi kalau sudah muncul kritik terbuka antarsesama kader begitu, biasanya eskalasi di internal lagi hangat," kata Adi Prayitno saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).

Adi mengatakan publik sebetulnya saat ini menunggu apa yang terjadi dengan Gerindra. Sebab, jika tudingan ini mewakili suara partai, kata dia, ini bukan tidak mungkin merupakan teguran keras terhadap Sandiaga.

"Yang ditunggu publik itu, apakah kritik ke Sandi mewakili Gerindra secara keseluruhan atau hanya suara pribadi. Karena kalau atas nama Gerindra tentu sangat serius tegurannya ke Sandi," ujarnya.

Lebih lanjut Adi menyebut tidak ada yang tahu persis terkait gejolak atau persaingan yang terjadi di Gerindra. Namun, menurutnya, Gerindra memang memiliki banyak kader yang bisa maju pada Pilpres 2024.

"Pastinya tak ada yang tahu persis apa yang terjadi di internal Gerindra. Publik tahunya Gerindra itu surplus kader untuk pilpres menurut survei. Ada Prabowo dan Sandi. Dua sosok yang pernah duet di Pilpres 2019 lalu. Pilpres 2024 publik juga menduga-duga bahwa dua tokoh ini bisa maju kembali, bisa duet lagi, atau salah satunya yang maju. Tentunya Gerindra punya kalkulasi rasional untuk urusan pilpres," ujarnya.

Baca di halaman selanjutnya.

Simak Video 'Ijtima Ulama Jawa Barat Dukung Sandiaga Jadi Capres 2024':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT