Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga, Ini 3 Hal yang Diketahui

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 12:04 WIB
Status Gunung Semeru saat ini naik jadi Siaga. Bagaimana fakta dan kondisi Gunung Semeru saat ini?
Status Gunung Semeru Naik Jadi Siaga, Ini 3 Hal yang Diketahui (Foto: M Rofiq/detikcom)
Jakarta -

Status Gunung Semeru saat ini naik jadi Siaga. Badan Geologi menaikkan level status Gunung Semeru dari waspada menjadi siaga terhitung sejak Kamis (16/12/2021) malam. Hal itu dikarenakan masih tingginya aktivitas vulkanik di gunung tersebut.

"Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Api Semeru dinaikkan dari level WASPADA (Level II) menjadi SIAGA (Level III)," ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono dalam keterangan yang diterima detikcom, Jumat (17/12/2021).

Status Gunung Semeru Siaga: Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Badan Geologi menyatakan, tingkat aktivitas Gunung Api Semeru dinaikkan dari level WASPADA (Level II) menjadi SIAGA (Level III) terhitung 16 Desember 2021 pukul 23.00 WIB. Peningkatan status itu dikarenakan kegiatan vulkanik Gunung Semeru masih tinggi dan telah terjadi peningkatan jarak luncur awan panas guguran serta aliran lava.

Berdasarkan keterangan dari Badan Geologi, baru ini terjadi luncuran awan panas sebanyak tiga kali di Gunung Semeru. Luncuran awan panas ini terjadi dalam satu hari pada Kamis (16/12).

Berikut rincian 3 awan panas yang terjadi pada Kamis (16/12):

  1. Pukul 09.01 WIB: Terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 912 detik.
  2. Pukul 09:30 WIB: Terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 395 detik.
  3. Pukul 15:42 WIB: Terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 400 detik.

Dilansir dari situs Kementerian Energi dan SDM, aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi di Gunung Semeru. Hal ini dikarenakan adanya endapan aliran lava yang masih belum stabil dan berpotensi longsor terutama di bagian ujung alirannya.

Status Gunung Semeru Siaga: Imbauan untuk Masyarakat

Badan Geologi mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 Km dari puncak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono kemudian mengingatkan di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,"

Berikut ini imbauan Badan Geologi untuk masyarakat:

  1. Mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
  2. Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
  3. Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)
  4. Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Status Gunung Semeru diubah menjadi Siaga. Gunung Semeru pun kembali erupsi pada Kamis kemarin. Informasi selengkapnya dapat disimak di halaman berikutnya.

Simak Video 'Banjir Lahar Dingin Terjang Sejumlah Dusun di Lereng Semeru':

[Gambas:Video 20detik]