Massa Serang Aparat-Rusak Kantor Bupati Saat Blokade Jalur Trans Papua Barat

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 18:06 WIB
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi (Dok. Polda Papua Barat)
Jakarta -

Meninggalnya seorang kepala kampung berinisial AI membuat sejumlah warga Kecamatan Ransiki, Manokwari Selatan, memblokade jalur trans Papua Barat. Polisi menjelaskan massa tidak hanya menutup jalan, tapi juga menyerang aparat hingga merusak kantor Bupati Manokwari Selatan.

"Massa melakukan penyerangan kepada aparat dan melakukan perusakan kantor Bupati, perusakan meja dan kursi, serta peralatan video conference di lokasi pendopo tempat vaksinasi, kaca kantor Bupati, Polsek Ransiki, Puskesmas Ransiki, mobil dan motor polisi dirusak," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi kepada wartawan, Kamis (16/12/2021).

Adam mengatakan anggota dari Polres Manokwari Selatan dan Polda Papua Barat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan. Mereka berkoordinasi dengan para massa supaya tidak melakukan perbuatan anarkis lagi.

"Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polres Manokwari Selatan di-backup Brimob dan anggota Polda Papua Barat, melakukan pengamanan serta negosiasi agar tidak melakukan tindakan anarkis serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari Selatan," tuturnya.

Blokade Dibuka Usai Keluarga AI Diberi Uang Duka Rp 300 Juta

Setelah itu, Adam membeberkan mediasi digelar antara Bupati Manokwari Selatan, Wakil Bupati Manokwari Selatan, Kapolres Manokwari Selatan, kepala suku adat, dan pihak keluarga AI. Hasilnya, Bupati Manokwari Selatan menyerahkan uang duka sebesar Rp 300 juta kepada keluarga AI.

Adapun massa menuntut Rp 2,5 miliar atas meninggalnya AI. Mereka mengklaim AI meninggal karena disuntik vaksin COVID-19.

"Sehingga menghasilkan mediasi penyerahan uang duka senilai Rp 300 juta dari tuntutan masa sebanyak Rp 2,5 miliar kepada pihak keluarga. Uang diserahkan oleh Bupati Manokwari Selatan," kata Adam.

"Belum tahu (penyebab AI meninggal), masih didalami. (AI meninggal karena vaksin) itu klaim pihak keluarga. Penyebab kematian masih didalami," sambungnya.

Sementara itu, lanjut Adam, situasi di Manokwari Selatan kini sudah kondusif. Massa telah bubar dari lokasi. Blokade jalur trans Papua Barat juga sudah dibuka.

"Situasi kondisi saat ini sudah kondusif, pemalangan sudah dibuka semua dan kumpulan masyarakat sudah bubar setelah mediasi Bupati bersama Kapolres dengan tokoh masyarakat kepala suku dan pihak keluarga. Kegiatan mediasi ditutup dengan penyerahan uang duka Rp 300 juta," imbuh Adam.

Sebelumnya, sejumlah warga Kecamatan Ransiki, Manokwari Selatan, memblokade jalur trans Papua Barat. Blokade diduga dilakukan karena ketidakpuasan sekelompok warga atas meninggalnya seorang kepala kampung.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan situasi di kabupaten Manokwari Selatan sudah ditangani personel polres setempat. Polisi juga mendalami penyebab meninggalnya seorang kepala kampung tersebut.

"Masih didalami dulu oleh Polres Mansel terkait penyebab kematiannya, apakah akibat vaksin atau lainnya," ujar Adam Erwindi seperti dilansir Antara, Kamis (16/12).

(drg/jbr)