Jokowi Cerita Bertemu Zuckerberg: Orang Beli Lahan-Bangun Bisnis Virtual

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 11:42 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan momen saat bertemu dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg pada 2016. Jokowi mengaku diberi tahu soal kemajuan dunia digital dalam beberapa tahun ke depan, salah satunya soal bisnis virtual.

"Saya ingat 2016 waktu ketemu Mark Zuckerberg di Amerika. Saya diajak main pingpong pakai Oculus. Dia memberi tahu ke saya. Presiden Jokowi, ini dalam 10-15 tahun lagi akan muncul seperti kita main pingpong ini. Setiap orang nanti bisa beli lahan virtual, bisa bangun bisnis virtualnya sendiri, dan juga akan ada mal virtual, game virtual, kantor virtual, wisata virtual," ujar Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (15/12/2021).

Saat itu, Jokowi mengaku belum membayangkan kemajuan teknologi itu. Namun Jokowi akhirnya sadar bahwa kemajuan digital memang tak bisa dicegah.

"Saya waktu itu belum bisa membayangkan seperti apa sebetulnya. Tapi sekarang saya bisa ngerti betul bahwa kemajuan digital ini tidak bisa kita cegah lagi dan sudah masuk ke yang tadi saya sampaikan," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan saat ini perusahaan-perusahaan besar berlomba untuk membangun metaverse. Karena itu, Jokowi mengatakan Indonesia perlu menyiapkan strategi agar tidak ketinggalan.

"Sehingga saya sampaikan kepada menteri, kepada BUMN, dan kepada yang lain juga, waktu kita tidak banyak untuk bisa mengejar, itu. Dan negara ini akan maju kalau kita bisa melompat. Dan waktunya hanya 2 tahun, bagaimana yang paling sulit memang menyiapkan talenta digital dalam jumlah yang besar, mendatangkan mentor-mentor yang punya kualifikasi yang baik," ujar Jokowi.

Jokowi Puji Nadiem

Di tengah kemajuan digital itu, Jokowi bersyukur Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mempunyai pengalaman di perusahaan teknologi. Semua pertanyaan yang disampaikan Jokowi kerap dijawab cepat oleh Nadiem.

"Kita beruntung Menteri Pendidikan kita memiliki pengalaman di dalam perusahaan teknologi. Mas Nadiem, untung banget kita, saya tanya selalu dijawab dengan sangat cepat, ini gimana jumlahnya saya nggak mau hanya 1-2, atau 1.000, 2.000, kita mintanya jutaan. 'Bisa Pak'. Kampus Merdeka, Merdeka Belajar itu jawabannya, caranya? Itu yang tadi disampaikan Pak Menteri tadi," ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta perusahaan teknologi ditempati oleh mahasiswa magang. Ini dilakukan agar anak bangsa Indonesia mempunyai kultur digital dan mengatasi ketertinggalan dari negara lain.

"Oleh sebab itu, saya meminta semua perusahaan teknologi, semua perusahaan besar, mau ditempati untuk magang mahasiswa-mahasiswa kita, anak-anak kita, agar secepatnya semuanya berubah, mindset digital ada, skill digital ada sehingga terbentuk sebuah kultur digital di negara kita," kata Jokowi.

Jokowi Ingin Bangun Digital Government

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan keinginannya segera membangun digital government. Namun Jokowi mengakui usaha itu tidak mudah.

"Saya juga ingin cepat membangun digital government, tapi ini juga tidak mudah. Membangun pemerintahan digital, saya juga sudah perintahkan ke Menkominfo. bangun secepatnya infrastruktur kita, kejar," ujar Jokowi.

"Karena ini kejar-kejaran. Begitu kita tidak bisa melangkah, mengejar itu ya sudah kita akan semakin jauh. Padahal kesempatan, peluang, opportunity itu ada. Ekonomi digital kita akan tumbuh kalau infrastruktur kita siap, talenta digital ada, pemerintah digital kita siap, regulasi-regulasi digital kita siap sehingga terbangun ekosistem masyarakat digital di negara kita," sambung Jokowi.

(knv/imk)