KPK Beri Penghargaan ke Penyuluh Antikorupsi, Singgung Tantangan 'Sok Suci'

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 18:01 WIB
KPK memberikan penghargaan kepada penyuluh antikorupsi dan ahli pembangun integritas
KPK memberikan penghargaan kepada penyuluh antikorupsi dan ahli pembangun integritas (Azhar/detikcom)
Jakarta -

KPK memberikan penghargaan kepada penyuluh antikorupsi dan ahli pembangun integritas karena sudah membantu KPK dalam menyebarkan budaya antikorupsi. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyebut para penyuluh antikorupsi harus diberi penghargaan karena tantangan besar di lapangan.

"Supaya jadi penyemangat di masing-masing tempat. Karena kemudian kalau mereka tidak kami hargai, tidak kami beri penghargaan, padahal mereka di lapangan tantangannya besar, ahli pembangun integritas ataupun paksi atau penyuluh antikorupsi ini minimal dianggap sok suci, sok pahlawan," kata Ghufron di gedung ACLC KPK, Selasa (14/12/2021).

"Mereka harus kemudian kita hargai, kita besarkan hatinya bahwa mereka tidak sendiri. Karena selama ini kami melihat ahli pembangun integritas itu merasa hanya menjadi orang-orang yang asing di tempatnya," tambahnya.

Ghufron mengatakan penghargaan ini akan diberikan setiap tahun. Dia menyebut setiap penyuluh tentu memiliki rintangan masing-masing di wilayahnya dalam membangun budaya antikorupsi.

"Penghargaan tiap tahun kami berikan itu pertama untuk menyemangati inisiasi-inisiasi baru, karena kami kan hanya memberikan konten. Mereka kemudian di lapangan bisa berinisiasi dengan menyesuaikan dengan kondisi dan tantangan masing-masing, misal ada yang melewati pulau-pulau, ada yang kemudian membentuk komunitas di perempuan, mahasiswa, dan lainnya," kata Ghufron.

Selanjutnya, Ghufron mengungkapkan KPK butuh penyuluh antikorupsi karena memiliki keterbatasan jaringan. Dia berharap para penyuluh bisa membantu KPK dalam fokus memberantas korupsi.

"Jadi KPK memiliki banyak keterbatasan, salah satunya adalah jaringan. Karena itu, untuk memperluas jaringan pemberantasan dalam hal ini pencegahan maupun penindakan itu, KPK melakukan pembinaan jaringan dengan memperbanyak penyuluh antikorupsi dan ahli pembangun integritas," katanya.

"Mereka memberi advokasi kepada masyarakat agar kemudian mereka kalau melihat, atau mendengar, atau mengetahui tindak pidana korupsi, supaya melapor kepada KPK," sambungnya.

Lebih lanjut Ghufron menjelaskan kini sudah ada 2.041 relawan yang menjadi penyuluh antikorupsi maupun ahli pembangun integritas. Dia juga berharap para penyuluh antikorupsi tidak merasa asing di wilayahnya saat menyebar budaya antikorupsi.

"2.041 ini tidak besar banget, artinya untuk meningkatkan integritas itu tentu minimal harapannya memberikan integritas bagi ASN. ASN kita 4.168.118 orang, jadi 2.000 dibanding 4 juta hanya 0,05 persen," katanya.

"Apalagi bagi di luar ASN, karena korup tidak hanya di ASN, tapi sektor swasta dan masyarakat. Kami ingin berharap semakin besar jadi semakin tidak merasa asing, dan tidak dianggap orang aneh untuk antikorupsi itu," tambahnya.

(azh/knv)