Mengenang Haji Lulung: Tokoh Tanah Abang yang Jadi Politikus Ulung

ADVERTISEMENT

Mengenang Haji Lulung: Tokoh Tanah Abang yang Jadi Politikus Ulung

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 11:33 WIB
Abraham Lunggana atau Haji Lulung
Abraham Lunggana atau Haji Lulung wafat hari ini (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Abraham Lunggana atau Haji Lulung meninggal dunia hari ini. Selain dikenal sebagai politikus, Haji Lulung dikenal sebagai tokoh Tanah Abang yang merintis usaha dari nol.

Dikutip dari laman Jakarta.go.id, sebelum menjadi politikus, nama Haji Lulung sudah terkenal di seantero Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tentang nama Lulung yang lebih populer dari nama asli pemberian orang tuanya, ada ceritanya.

Di dalam buku Tenabang Kate Anak Tenabang yang disusun oleh Ahmad Mathar Kamal dan Faiz Sungkar disebutkan bahwa bapaknya, Ibrahim Tjilang, saat itu mengidolakan Abraham Lincoln sehingga nama Abraham dijadikan nama putra ketujuhnya dari sebelas anak-anaknya.


Sejak kecil, ia sudah menghadapi pahitnya kehidupan karena pada 1975, saat ia berusia 16 tahun, ia ditinggal wafat bapaknya yang seorang tentara berpangkat peltu. Ibunya yang menjadi single parent masih memiliki keturunan dari KH Abdullah Syafiie, pendiri Perguruan Islam Asy-Syafiiyyah.

Ia membantu mencari nafkah untuk ibu dan saudara-saudaranya dengan mengumpulkan sampah pasar berupa plastik, karung, kardus, dan per untuk ngebal. Dikarenakan ia tinggal di dekat pasar, ia mencari uang di pasar. Kehidupannya sedikit demi sedikit berubah ketika ada perluasan Pasar Kebon Dalem (1976). Ia sudah menjadi bos barang bekas.

Oleh karena harus bekerja, ia meninggalkan sekolahnya selama tiga tahun demi mencari uang. Pada 1978, ketika ia sudah memiliki kemampuan cukup, Lulung melanjutkan kembali sekolah ke STM di YPMII di daerah Pasar Jumat (sekarang sekolah itu sudah tidak ada lagi).

Melihat pasar semakin berkembang, ia memiliki pemikiran sejak masih SMP untuk mencari cara bagaimana mendapatkan satu persen dari peredaran uang di Pasar Tenabang. Obsesi satu persennya terbuka ketika ada penggusuran eks Markas AURI di Tenabang Bukit. Saat itu, ia kembali berusaha di barang bujuran kiloan. Ia juga sempat menjadi satpam di pertokoan tersebut. Interaksinya dengan lingkungan dan tokoh masyarakat membuat dia dipercaya sebagai Kamtib LKMD Kelurahan Kampong Bali.

Sebelumnya, ia juga menjadi keamanan RW. Sejak 1981, ia sudah berorganisasi karena dia menjadi Ketua Pemuda Panca Marga Kecamatan Tanah Abang. Tahun 1981, ia lulus dari STM.

Mulai 1986, usahanya mulai terlihat maju, terlebih saat ia fokus pada investasi lingkungan untuk mewujudkan obsesi satu persennya dan mendapat kepercayaan dari para pengusaha di Tanah Abang. Kompleks Ruko Tanah Abang Bukit adalah tempat pertama kali yang dikelola olehnya dari segi keamanan dan lingkungan, kemudian menyusul kompleks ruko di JI Fachrudin.

Pada saat menjelang krisis moneter pada 1997, berkaitan dengan pengembangan Pasar Tenabang Blok F, ia membangun kios-kios kecil di pinggir tembok Blok F. Dengan membangun kios-kios kecil ini, ia telah memberi peluang kepada pedagang ekonomi lemah untuk mendapatkan tempat berdagang dengan sistem sewa yang tidak mahal. Ia kemudian dipercaya oleh Perpasaran Tanah Abang untuk menjaga keamanannya.

Pada tahun 2000, saat dibangun pertokoan Metro Tanah Abang oleh PT Rointa, yang juga membangun jembatan toko yang menyambung Pasar Regional Tenabang, ia dipercaya menjadi manajer di Pertokoan Metro Tanah Abang. Selain itu, pengembang memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengelola keamanan di Metro Tanah Abang.

Simak Video 'Haji Lulung Wafat Setelah Alami Gangguan Jantung':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT