5 Provinsi Ini Gelar Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Psikososial

Erika Dyah - detikNews
Senin, 13 Des 2021 22:09 WIB
BNPB
Foto: Satgas COVID-19
Jakarta - Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas COVID-19) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial. Diketahui, kegiatan ini diselenggarakan serentak di lima provinsi, antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas COVID-19, Andre Rahadian menjelaskan kegiatan yang diadakan selama enam hari (2 -7 Desember 2021) ini melibatkan 30 relawan di tiap provinsi. Ia menyebutkan, pihaknya juga menggandeng berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan, dinas sosial, dinas kesehatan, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), lembaga sosial serta BPBD tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten dalam kegiatan ini.

Andre menilai kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang terganggu selama masa pandemi adalah fenomena nyata yang harus segera disikapi.

"Aspek psikososial perlu mendapat perhatian, karena dampak jangka panjangnya dapat berpengaruh terhadap berbagai persoalan, khususnya tingkat produktivitas. Untuk itulah kehadiran relawan layanan dukungan psikososial di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan dan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP)," ungkap Andre dalam keterangan tertulis, Senin (13/12/2021).

Andre berharap kegiatan ini mampu membentuk Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang siap terjun mendampingi masyarakat kelompok rentan (lansia, anak, disabilitas, dan lain-lain).

"Dan tenaga kesehatan yang membutuhkan terkait adaptasi kebiasaan baru, cara atau respons dalam menghadapi situasi pandemi, memberdayakan masyarakat terdampak pandemi, mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat, mengkampanyekan vaksinasi serta donor plasma konvalesen," tambahnya.

Ia memaparkan sebelumnya pihaknya juga menggelar kegiatan offline yang berlangsung pada 18-21 Oktober 2021 dengan melibatkan 30 orang relawan serta menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Adapun dalam tiga hari pertama pelaksanaan, seluruh relawan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas dengan jumlah tujuh sesi materi yang disampaikan oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya. Ketujuh materi tersebut antara lain antara lain, 1) Pengantar kerelawanan; 2) Protokol kesehatan dan seputar COVID-19; 3) Psikoedukasi; 4) Dukungan psikologi awal; 5) Layanan dukungan psikososial; 6) Pendampingan sosial; dan 7) Fungsi koordinasi (pelaporan).

Pasca dibekali materi, lanjut Andre, di hari keempat dan kelima para relawan yang terlibat melakukan aplikasi pembekalan materi dengan melakukan praktik edukasi, sosialisasi, dan pendampingan sosial secara langsung ke beberapa lembaga sosial sasaran program. Adapun sasaran program antara lain kelompok rentan yang meliputi anak, lansia, dan disabilitas serta tenaga kesehatan.

Sementara itu, Koordinator Psikologi Sub-Bidang Organisasi Relawan Kesehatan Satgas COVID-19, Dr. Endang Mariani menyebutkan selama ini hal-hal yang berkaitan dengan kondisi psikososial masih belum banyak tersentuh.

"Memang, telah banyak layanan dukungan psikososial yang diadakan oleh berbagai instansi, lembaga dan organisasi, seperti layanan bantuan psikologi 'Sejiwa' dan #SahabatRelawan, yang dilakukan secara daring. Namun, dukungan psikososial yang diberikan secara langsung di masyarakat, belum banyak dilakukan," ujar Dr Endang.

Menurutnya, dukungan psikososial ini penting untuk diberikan kepada mereka yang terpapar, supaya mereka bisa menjalani masa penyembuhan dan juga melawan penyakit yang diderita. Sehingga, mereka juga tidak kehilangan harapan saat dirawat, mengingat orang-orang yang positif COVID-19 umumnya tidak dapat didampingi oleh keluarga.

Adapun tujuan lain dari pelatihan relawan dukungan psikososial adalah agar dampak negatif dari pandemi, yang mungkin dapat memunculkan berbagai gejolak sosial, dapat diredam, sehingga tidak berkembang menjadi keresahan yang mengganggu atau malah menjadi gerakan yang tidak kondusif dalam upaya menangani dan mengendalikan penyebaran serta penularan virus penyebab COVID-19

Lebih lanjut, Kepala Sub-Bidang Relawan Kesehatan BKR Satgas COVID-19, dr. Joseph Frederick William menjelaskan secara garis besar program ini merupakan rangkaian upaya pembentukan relawan Layanan Dukungan Psikososial yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh Bidang Koordinasi Relawan sejak bulan Oktober 2021 di enam provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Papua, Sulawesi dan Bali.

"Para relawan yang telah dilatih diharapkan dapat berperan aktif di tengah masyarakat menjadi Satgas COVID-19 di tiap daerah untuk bersama-sama menjaga kesehatan mental masyarakat Indonesia," terangnya.

dr Joseph mengungkap Satgas Relawan akan terus bersinergi melalui relawan binaan yang digalang dan dilatih di total sebelas Provinsi bersama berbagai Kementerian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan di Indonesia untuk terus mewujudkan kesehatan mental bagi masyarakat dan terutama kelompok rentan yang terdampak pandemi.

"Sebagai contoh nyata keberlanjutan program, relawan terlatih bersama organisasi mitra kebencanaan langsung menerapkan ilmu serta praktik pendampingan sosial yang didapatkan kepada masyarakat yang terdampak bencana erupsi di Gunung Semeru," pungkasnya. (fhs/ega)