ADVERTISEMENT

Kemenag Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes di Momen Nataru

Erika Dyah Fitriani - detikNews
Senin, 13 Des 2021 15:48 WIB
Pemerintah akan memberlakukan PPKM level 3 se-Indonesia selama masa libur Natal dan tahun baru 2022. Hal itu dilakukan guna antisipasi lonjakan kasus COVID-19.
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes) COVID-19. Khususnya, saat menghadapi dua momen besar dalam waktu dekat, yakni perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan Nataru tahun ini masih akan dijalani dalam suasana keprihatinan, sebab pandemi COVID-19 belum berakhir. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar seluruh aktivitas kemasyarakatan dilaksanakan dengan mematuhi prokes sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pihaknya juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor: SE 33 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 dalam Pelaksanaan Ibadah dan Peringatan Hari Raya Natal Tahun 2021 dalam rangka mengantisipasi persebaran virus corona.

"Prokes ini adalah sebagai ikhtiar bersama agar kita semua senantiasa sehat dan selamat di tengah pandemi yang belum selesai ini. Untuk itu, meski kita dibolehkan beraktivitas dalam berbagai bentuk dan macam kegiatan, namun mari terus saling menjaga antar sesama," ujar Kamaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (13/12/2021).

Selain itu, Kamaruddin mengimbau semua pihak agar dapat terus menjaga kerukunan beragama yang sudah terbangun dengan baik saat ini. Menjelang perayaan Natal ini, pihaknya meminta masyarakat maupun ormas keagamaan untuk mengedepankan sikap saling menghargai dan menghormati di tengah keberagamaan di Indonesia.

Menurutnya, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan, maka kerukunan dan kedamaian yang selama ini sudah tercipta dengan baik juga tetap akan terjaga.

"Mari kita menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal, sebagaimana umat Kristiani menghormati yang tak merayakan Natal. Jika masyarakat saling menghormati, maka semua akan mendapatkan kehormatan, tanpa ada yang merasa terhinakan," tuturnya.

Kamaruddin menilai sikap saling menghargai perbedaan dan cinta kedamaian ini juga merupakan refleksi dari substansi ajaran agama.

"Untuk itu kami mengajak para tokoh agama untuk membimbing umat agar saling menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan karena itu menjadi perekat sosial menyambut Nataru ini," pungkasnya.

(prf/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT