Sekjen Pemuda Pancasila Akui Salah soal Anggota Bawa Sajam ke Demo

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Des 2021 19:41 WIB
Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman diperiksa soal demo ricuh
Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman diperiksa soal demo ricuh. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Majelis Pimpinan Nasional ormas Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman menegaskan anggota PP membawa senjata tajam atas inisiatif sendiri saat demo ricuh di depan gedung DPR RI pada akhir November lalu. Tidak ada arahan dari pengurus untuk membawa senjata saat mengikuti demo tersebut.

"Jadi kami serahkan tadi (dokumen), bahwa tidak ada anjuran dari pihak Pemuda Pancasila untuk membawa sangkur ataupun senjata tajam yang lainnya (di aksi demo). Dan itu tidak ada sama sekali di peraturan organisasi kita," kata Arif di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/12/2021).

Arif mengatakan pengurus Pemuda Pancasila juga telah mengeluarkan imbauan kepada anggota agar mengikuti aksi di depan gedung DPR dengan damai. Namun, dia menyebut amarah anggota kepada Junimart Girsang membuat sejumlah anggotanya melakukan pelanggaran pidana.

"Kita sudah mengimbau malamnya itu untuk aksi damai dan satu titik, yaitu di DPR RI, DPRD tingkat 1 dan tingkat 2 masing-masing daerah. Karena memang ini adalah respons dari pernyataan ya politisi Junimart Girsang-lah. Ini kan menyangkut marwah organisasi makanya juga kenapa teman-teman bereaksi berlebihan, emosional karena ini menyangkut marwah organisasi," katanya.

Akui Salah soal Anggota Bawa Sangkur

Meski begitu, Arif mengakui pihaknya melakukan kesalahan usai anggotanya kedapatan membawa senjata tajam hingga melakukan pengeroyokan kepada perwira polisi.

"Saya secara organisasi mengakui bahwa ada kesalahan dan kami salah karena ada beberapa oknum-oknum kita yang membawa sangkur dan senjata tajam dan melakukan pengeroyokan terhadap pihak kepolisian yaitu AKBP Dermawan Karosekali," tutur Arif.

Hingga saat ini proses penyelidikan demo ricuh ormas PP di depan gedung DPR RI pada Kamis (26/11) terus berlangsung. Sejauh ini polisi telah menetapkan 21 anggota PP sebagai demo ricuh tersebut.

Sebanyak 21 tersangka itu dibagi dalam dua klaster. Klaster pertama merupakan pelanggaran pidana membawa senjata tajam dan klaster kedua sebagai pelaku pengeroyokan kepada AKBP Dermawan Karosekali.

Ada 15 orang yang ditetapkan tersangka atas kepemilikan senjata tajam. Sejumlah sajam yang disita polisi mulai sangkur, pisau, hingga sebuah senjata api juga disita polisi.

(ygs/mea)