detikcom Do Your Magic: Kabel Menjuntai di Rawamangun Sempat Buat Orang Tersandung

Marteen Ronaldo - detikNews
Senin, 13 Des 2021 16:58 WIB
Kabel menjuntai dan semrawut di Jl Pemuda Rawamangun, Jaktim.
Foto: Marteen Ronaldo/detikcom
Jakarta -

Kebel-kabel di sekitar Halte Bus Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, menjuntai dan semrawut. Kabel-kabel itu diceritakan pernah membuat orang tersandung.

Pantauan detikcom, Rabu (13/12/2021), kabel optik itu berada di atas trotoar yang cukup lebar. Pejalan kaki lalu-lalang di lokasi.

Kabel-kabel dari tiang menjuntai ke bawah. Saat ini, kabel yang paling rendah menjuntai menyentuh rambut pejalan kaki.

Ada empat tiang yang menopang kabel optik tersebut. Satu di antaranya dalam kondisi miring.

Kabel menjuntai dan semrawut di Jl Pemuda Rawamangun, Jaktim.Kabel menjuntai dan semrawut di Jl Pemuda Rawamangun, Jaktim. (Marteen Ronaldo/detikcom)

Tukang ojek di lokasi, Ramadhan, bercerita bahwa pernah ada orang yang tersandung kabel satu bulan lalu. Posisi kabelnya memang disebut Ramadhan sangat rendah.

"Sebenarnya dulu pernah ada satu orang yang tersandung kabel, karena posisinya dia nggak melihat ada kabel yang jatuh ke bawah," terang Ramadhan di lokasi.

Kabel yang dimaksud Ramadhan berada di dekat salah satu tiang, belakang tong sampah. Kini, kabel tersebut sudah tak terlalu rendah.

Kabel menjuntai dan semrawut di Jl Pemuda Rawamangun, Jaktim.Kabel menjuntai dan semrawut di Jl Pemuda Rawamangun, Jaktim. (Marteen Ronaldo/detikcom)

Ramadhan bercerita, dirinya dan beberapa orang sekitar lokasi merapikan kabel sebisanya. Jadi, tidak terlalu mengganggu pejalan kaki.

"Setelah itu kita coba rapikan agar tak menjalar ke bawah bersama dengan tukang ojek dan pemilik warung yang berada di sekitar trotoar jalan," terangnya.

Pejalan kaki, Anggi Hermansyah, merasa khawatir terhadap kabel yang menjuntai. Dia berharap pemerintah segera merapikan kabel-kabel tersebut.

"Tentunya sangat khawatir, karena bisa saja sewaktu-waktu kesandung pada saat jalan atau yang lainnya. Tapi intinya ini sangat mengganggu," katanya saat ditemui.

"Segera dibenahi, karena kita tentu tidak ingin ada korban jiwa akibat ini," terangnya.

(aik/aik)