Wagub Jabar: Kasus Perkosaan 12 Santri Bukan di Pesantren tapi Boarding School

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 13 Des 2021 13:42 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum,
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, (Foto: Nahda/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengklarifikasi kasus pemerkosaan Herry Wirawan terhadap belasan santriwati di Bandung bukan terjadi di pesantren. Uu menegaskan kasus itu terjadi di boarding school.

"Yang pertama kita harus klarifikasi bahwa itu bukan pesantren, tetapi di boarding school," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum di Hotel Intercontinental, Jakarta Selatan, Senin, (13/12/2021).

Uu menjelaskan pesantren berbeda dengan boarding school. Dalam pesantren terdapat proses belajar mengajar dan harus ada pembahasan kitab kuning.

"Berbeda antara pesantren dan boarding school. Kalau boarding school kan sekolah berasrama. Kalau yang namanya pesantren, di situ ada proses belajar mengajar minimal ada 12 fan yang ada di pesantren dipelajari," jelas Uu.

"Dari mulai tauhid, fiqh, tasawuf, tafsir, quran hadis, nahwu, shorof, balaghoh dan lainnya. Yang kedua juga harus ada pembahasan kitab kuning, harus ada kiai dan lain-lain sesuai dengan undang-undang yang ada di dalam pesantren," tambah Uu.

Selanjutnya, Uu juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terbawa hal-hal negatif akibat adanya kasus santri yang menjadi korban pelecehan seksual. Uu mengingatkan juga untuk jangan takut memasukkan anak-anak ke dalam pondok pesantren.

"Saya minta dan mohon kepada orang tua untuk tidak terbawa image-image yang menggoreng berita ini seolah-olah pesantren diimagekan negatif dan lainnya. Jangan takut," tutur Uu.

"Orang tua mesantrenkan anaknya ke pesantren dan juga yang akan memasukkan, jangan takut, yang sudah pun jangan merasa gerah, Insha Allah pondok pesantren di jabar yang berjumlah 1.500 dan jumlah santri sekitar 4,8 juta aman terkendali," imbuh Uu.

Sebelumnya, belasan warga Garut jadi korban pemerkosaan yang dilakukan Herry Wirawan (36) di Bandung. Korban trauma berat hingga tak mau makan.

Ada 11 orang warga Garut dari 12 santriwati yang dikabarkan jadi korban pemerkosaan oleh Herry. Mereka diketahui merupakan warga dua kecamatan di Garut.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas sudah angkat bicara mengenai kasus itu. Dia menegaskan Kemenag akan melakukan investigasi menyeluruh ke semua lembaga pendidikan madrasah dan pesantren.

"Kita sedang melakukan investigasi ke semua lembaga pendidikan, baik madrasah dan pesantren," ujar Menag Yaqut melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/12).

"Yang kita khawatirkan ini adalah puncak gunung es. Kita menurunkan tim untuk melihat semua dengan melibatkan jajaran Kemenag di daerah masing-masing," sambungnya.

Yaqut menekankan Kemenag akan berupaya mencegah terjadinya kejadian kekerasan seksual di lembaga pendidikan agama. Dia menyebut investigasi dilakukan supaya kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan agama tidak terjadi lagi ke depannya.

"Kalau ada hal serupa, kita akan lakukan mitigasi segera. Jadi jangan tunggu kejadian dulu baru bergerak. Semua lembaga pendidikan akan kami lakukan investigasi," kata Yaqut.

Lebih lanjut, kata Yaqut, kasus pemerkosaan yang dilakukan Herry Wirawan terhadap belasan santriwati di Bandung adalah masalah bersama. Yaqut menginstruksikan seluruh kasus kekerasan seksual di pesantren disikat tuntas.

"Ini adalah problem bersama dan kita akan atasi bersama-sama. Jadi kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan semua tindakan asusila itu harus disikat," imbuhnya.

Lihat juga video 'Sederet Fakta Mengejutkan Guru Perkosa 12 Santriwati di Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)