Kesaksian Korban Pemerkosaan Herry Wirawan Bertahun-tahun Tak Berani Bicara

Erna Mardiana - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 18:34 WIB
Herry Wirawan, Guru Perkosa Santriwati di Bandung
Herry Wirawan/Foto: istimewa
Bandung -

Bagaimana aksi bejat Herry Wirawan (36) sejak 2016 baru terbongkar Mei lalu? Mengapa orangtua santriwati yang menjadi korban tidak tahu anaknya hamil hingga melahirkan? Begini kisahnya...

Yudi Kurnia, pengacara dari LBH Serikat Petani Pasundan, yang mendampingi para korban sejak awal membagi kisahnya kepada detikcom melalui sambungan telepon, Sabtu (11/12/2021). Semua yang diceritakan Yudi, semua dari keterangan korban.

Menurutnya kasus di luar batas nalar manusia ini terungkap pada lebaran lalu. Orangtua salahsatu korban heran dengan perubahan badan dan sikap anaknya saat pulang kampung ke Garut. Kecurigaannya makin menguat ketika menerima kabar dari kerabatnya di Tasikmalaya, di mana anaknya pun sekolah di pesantren Milik Herry Wirawan di Bandung.

"Saudaranya di Tasik minta orangtua korban mengecek kondisi anaknya, hamil atau tidak," ujarnya.

Akhirnya setelah membujuk anaknya untuk bercerita, terungkap lah kalau anaknya telah diperkosa oleh Herry Wirawan. Korban pun dibawa ke bidan dan diketahui tengah hamil 5 bulan. "Korban ini bilang bukan hanya dia yang menjadi korban, banyak teman lainnya Jadi Korban," cerita Yudi.

Saat orangtua korban ini bercerita pada orangtua santri lainnya yang masih satu kampung, tidak dipercaya. Mereka malah memusuhi keluarga korban karena dianggap telah menyebarkan fitnah.

Namun beberapa hari kemudian, akhirnya korban lainnya berbicara. Dua orang mengaku jadi korban. Salah satunya sudah melahirkan di pesantren, anaknya sudah berumur 2 tahun. Satu lagi diperkosa namun tidak hamil.

Satu kampung pun heboh dan murka. Mereka awalnya akan menyerang pesantren di Bandung. Namun salahsatu warga yang merupakan relawan LBH Serikat Petani Pasundan (SPP) menyarankan mendatangi LBH untuk konsultasi.

"Jadi pertama yang kami tangani adalah 3 orang. Akhirnya 18 Mei kami lapor ke Polda Jabar. Namun yang lapor disuruh satu orang, korban lainnya pendukung. Yang melaporkan itu atas nama korban yang tidak hamil," jelas Yudi.

Dari hasil pengembangan penyidik Polda Jabar, terdapat 12 korban pemerkosaan Herry Wirawan. "Sebanyak 11 orang yang kami tangani, 10 orang dari dua kampung di Garut, satu orang dari Tasikmalaya. Katanya satu orang lagi dari Cimahi," ungkapnya.

Dari 11 korban yang didampingi LBH SPP, 8 orang hamil di mana salahsatunya sampai hamil dua kali. "Kehamilan pertama melahirkan di pesantren, yang kedua di rumahnya saat kasus ini sudah terbongkar. Jadi saat ini ada 9 bayi yang telah lahir," kata Yudi.

Bagaimana sampai orangtua para korban tidak tahu anaknya hamil dan melahirkan? Simak di halaman selanjutnya

Saksikan Video 'Guru Pemerkosa Belasan Santri Ternyata Sudah Beristri dan Beranak 3':

[Gambas:Video 20detik]