Polisi yang Tolak Laporan Korban Perampokan di Jaktim Diperiksa Propam

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 12 Des 2021 18:50 WIB
Rekaman CCTV yang viral soal detik-detik pengendara mobil dirampok di Jaktim tapi laporannya ditolak polisi.
Rekaman CCTV yang viral soal detik-detik pengendara mobil dirampok tapi laporannya ditolak polisi. (Foto: Tangkapan layar video viral)
Jakarta - Seorang perempuan berinisial KM menjadi korban perampokan di Jalan Sunan Sedayu, Jakarta Timur (Jaktim). Korban mengaku hendak melaporkan kejadian itu ke Polsek terdekat, tapi laporannya ditolak oleh polisi.

Kini, anggota polisi yang menolak laporan tersebut diperiksa oleh Propam. Hal tersebut diungkap oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan.

"Diperiksa Propam Polres Jakarta Timur," kata Erwin saat dikonfirmasi, Minggu (12/12/2021).

Erwin menyebut jika anggota polisi tersebut kini tengah ditarik ke Polres Jakarta Timur untuk melakukan pembinaan.

Untuk diketahui, video seorang perempuan jadi korban perampokan setelah mengambil uang dari anjungan tunai mandiri (ATM) viral di media sosial. Video tersebut disertakan narasi kronologi kejadian dan pengakuan korban yang ditolak polisi ketika hendak membuat laporan.

Video itu diposting oleh korban di akun Instagramnya. Korban menjelaskan perampokan terhadap dirinya terjadi di Jalan Sunan Sedayu, Jaktim, pada Selasa (7/12) kemarin setelah korban mengambil uang dari ATM sekitar pukul 18.45 WIB. Korban tersebut merupakan pengendara mobil.

Selain itu, dalam postingan tersebut dicantumkan rekaman CCTV pada saat kejadian pencurian berlangsung. Korban menduga pelaku merupakan komplotan.

Korban saat itu diikuti 2 sepeda motor, lalu salah satu pelaku mendekati korban dan mengetuk kaca mobilnya sambil menyampaikan sesuatu hal. Saat itu, korban turun melihat kondisi mobilnya di bagian belakang.

Lalu, saat berhenti, pelaku mengambil tas di jok belakang melalui pintu mobil sebelah kiri. Setelah insiden perampokan tersebut, korban mengatakan sempat melapor ke polsek di sekitar Rawamangun.

"Saat saya ditanya-tanya oleh polisi, dia justru menyarankan saya pulang untuk menenangkan diri, dan percuma kalau mau dicari juga," tulisnya postingan tersebut.

Korban justru merasa malah kena tegur polisi karena mengambil uang tunai dalam jumlah banyak di ATM. Korban menyebut si polisi bicara dengan nada tinggi.

"Setelah itu, polisi tersebut justru ngomelin saya 'lagian Ibu ngapain sih punya ATM banyak-banyak, kalau begini jadi repot. Apalagi banyak potongan biaya admin juga, dengan nada bicara tinggi," sambungnya.

Simak juga Video: Polisi Rekonstruksi Kasus Perampokan-Pembunuhan Satpam Gudang Rokok

[Gambas:Video 20detik]



(ain/fas)