Syarief Hasan: Presidential Threshold 0% Beri Hak Penuh kepada Rakyat

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 16:41 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengusulkan presidential threshold 0%. Ia mengatakan presidential threshold 0% dapat menjadi solusi untuk menghadirkan iklim demokrasi yang baik dalam pemilihan presiden dan wakil presiden ke depan.

Syarief menilai demokrasi yang baik seharusnya memberikan kesempatan bagi setiap pihak untuk mengikuti perhelatan demokrasi lima tahunan. Menurutnya, presidential threshold yang tinggi berpotensi memperburuk iklim demokrasi.

"Kita harusnya memberikan kesempatan kepada setiap anak bangsa untuk memberikan gagasan terbaik dalam memimpin negeri ini dan tidak dibatasi melalui presidential threshold," ungkap Syarief dalam keterangannya, Sabtu (11/12/2021).

"Bagaimana tidak, semua orang berlomba-lomba mendekati dan membeli partai hanya untuk bisa mencalonkan diri. Ambang batas ini juga hanya akan menghadirkan satu dua tiga calon sehingga melahirkan kubu-kubu yang bisa mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa," imbuhnya.

Lebih lanjut, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini menjelaskan, presidential threshold 0% dapat memperbaiki demokrasi di Indonesia. Salah satunya dengan meniadakan ambang batas dalam Pemilu.

"Jual beli partai dan kekuatan-kekuatan finansial lainnya dapat dihilangkan dengan menghilangkan ambang batas dalam pemilihan Presiden/Wakil Presiden RI ke depan sehingga dapat memperbaiki demokrasi di Indonesia," katanya.

Syarief juga menyebutkan, pencalonan presiden/wakil presiden seharusnya dikembalikan sesuai dengan UUD NRI 1945. Meski demikian, ia mengatakan jika ada individu yang diusulkan partai politik atau gabungan parpol seharusnya dapat langsung menjadi calon tanpa harus ada ambang batas.

"Di dalam Pasal 6A UUD NRI 1945 disebutkan bahwa calon presiden dan wapres diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik, tanpa ada istilah presidential threshold atau pun ambang batas," ungkapnya.

"Setiap anak bangsa yang diusulkan parpol atau gabungan parpol harusnya dapat mencalonkan tanpa adanya presidential threshold karena hal tersebut telah diatur di dalam Konstitusi negara kita," imbuhnya.

Politisi Senior Partai Demokrat ini pun menyampaikan, pemilihan presiden dan wapres seharusnya dapat lebih sarat gagasan, dibandingkan kepentingan parpol. Ia menilai presidential threshold 0% dapat memberikan hak bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang mereka inginkan secara penuh.

"Dengan presidential threshold 0%, kita memberikan hak penuh dan alternative kepada rakyat untuk memilih pemimpin yang dipercaya dan diinginkan oleh rakyat. Dan kami yakin dan percaya akan hadir pemimpin yang siap memimpin dan mampu serta memiliki integritas yang tinggi serta visi sebagai pemimpin bangsa ini," jelasnya.

Terkait hal ini, Syarief mengatakan Partai Demokrat akan terus mendukung presidential threshold 0%. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki demokrasi Indonesia ke depannya.

"Kami dari Fraksi Partai Demokrat akan terus mendukung dan menyuarakan presidential threshold 0% sehingga akan memperbaiki iklim demokrasi di Indonesia di masa yang akan datang," pungkasnya.

(ncm/ega)