ADVERTISEMENT

Makin Panjang Daftar Kasus Mahasiswi Diduga Dicabuli di Kampus

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 06:40 WIB
Gerakan Perempuan Anti Kekerasan (Gerak Perempuan) menggelar aksi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Senin (10/2/2020). Aksi tersebut digelar dalam rangka menuntut Kemdikbud untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Foto: Ilustrasi gerakan anti kekerasan seksual di kampus (Agung Pambudhy)

Unsoed

Sementara itu, laporan kasus pelecehan seksual juga ada di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Pihak Unsoed angkat bicara soal dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini. Pihak kampus mengaku sedang mengusut kasus tersebut.

"Saat ini kami sedang menindaklanjuti kasus ini dengan melakukan pendampingan bagi korban dan memastikan kondisi korban pulih secara psikologis, serta kami juga sedang menyelidiki lebih lanjut kejadiannya," ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Kuat Puji Prayitno, dalam pesan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (10/12/2021).

Jika semua data terkait fakta kejadian lengkap, lanjut Kuat, pihak universitas nantinya akan mengambil tindakan tegas dengan berpedoman pada Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi.

"Kita bersama-sama menolak dan memerangi masalah kekerasan dan pelecehan seksual di kampus," tutur Kuat.

Kuat mengatakan pihak kampus sangat prihatin dan menyesalkan pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Kampus telah langsung berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengaduan dan Kekerasan (ULPK) Unsoed dan juga BEM Unsoed. Di mana dalam kasus ini baik pelaku maupun korbannya adalah mahasiswa.

Diberitakan sebelumnya, polemik kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu pengurus BEM Unsoed Purwokerto viral di media sosial. BEM Unsoed menyatakan sudah memecat pengurus yang terlibat dugaan pelecehan tersebut.

Presiden BEM Unsoed, Fakhrul Firdausi dalam rilis yang diunggah di akun IG @bem_unsoed pada Kamis (9/12) menyebut pihaknya telah mengambil tindakan tegas yakni memberhentikan dengan tidak hormat pelaku dugaan pelecehan tersebut.

"BEM Unsoed telah menawarkan kepada korban untuk membawa kasus ini kepada lembaga yang lebih profesional, seperti Unit Layanan Pengaduan dan Kekerasan (ULPK) Unsoed melalui Kementerian Adkesma BEM Unsoed maupun konseling dengan psikolog. Namun, korban sama sekali tidak menginginkan kasus ini dibawa ke pihak manapun atau semakin menyebar luas, sehingga BEM Unsoed tetap menghargai dan mengutamakan perspektif korban," tulisnya.

Fakhrul juga menjelaskan alasan awal pihaknya tidak membuat rilis maupun publikasi yakni karena untuk melindungi korban. Menurutnya, korban meminta pelaku dikeluarkan dari BEM Unsoed dan tidak menghubungi korban lagi.

"Namun, karena kasusnya menjadi perbincangan publik melalui akun Twitter @Unsoedfess1963, kondisi psikologis dan hak privasi korban kembali terganggu. Sampai akhirnya rilis resmi ini dikeluarkan dengan tujuan agar semua pihak tidak terus mengungkit kasus ini sebagai bentuk dukungan kita kepada korban," ujarnya.


(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT