BMKG Ingatkan Warga Utara DKI, Masih Ada Potensi Banjir Rob di Desember

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 21:47 WIB
Sejumlah pedagang dan pekerja melintasi kawasan yang terendam air rob di Lodan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/12). Pantauan di lapangan terlihat sejumlah pedagang tetap berjualan mencari nafkah.
Banjir rob di Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (4/12). (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pada pertengahan Desember, akan terjadi bulan purnama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi potensi banjir rob di beberapa kawasan, termasuk Jawa bagian utara, khususnya Jakarta.

"Untuk rob sendiri patut kita waspadai. Nanti ketika memasuki fase bulan purnama lagi, antara 18-22 Desember, itu kondisi banjir rob bisa terjadi di daerah-daerah pesisir, seperti di Sulut, Jawa bagian utara, kemudian Natuna juga, dan di Sulawesi," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Rajab, dalam konferensi pers di kanal YouTube BNPB, Jumat (10/12/2021).

"Yang perlu kita waspadai adalah ketika curah hujan tinggi terjadi bebarengan kondisi pasang maksimum, terjadi rob. Ini perlu kita waspadai. Termasuk juga Jabodetabek, kondisi ini bisa terjadi berbarengan, kondisi hujan tinggi berbarengan dengan kondisi air laut pasang maksimum," imbuhnya.

Fachri juga mengungkapkan bahwa Indonesia belum memasuki puncak musim hujan. Prediksi BMKG, puncak musim hujan di Indonesia terjadi pada Januari-Februari 2022.

"Puncak musim hujan sendiri kita perkirakan akan terjadi di Bulan Januari-Februari, hampir sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan di Januari-Februari," ungkap Fachri.

Puncak musim hujan diprediksi akan merata di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk Sumatera bagian barat, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian untuk Kalimantan, konsentrasi di Kalimantan bagian tengah. Kemudian untuk Sulawesi, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan juga Gorontalo, Sulawesi Utara. Untuk Papua, di sebagian besar Papua," katanya.

Prediksi BMKG, intensitas hujan akan berkurang pada Februari 2022. Pengurangan intensitas hujan diprediksi terjadi di Riau.

"Seperti di Riau sudah berkurang hujannya. Namun di selatan dan barat Sumatera masih cukup tinggi," terang Fachri.

Berbeda dengan Sumatera, di Jawa dan daerah lainnya, curah hujan diprediksi masih relatif tinggi pada Februari 2022.

"Kemudian di Jawa masih relatif tinggi, semuanya hujan intensitas tinggi. Kemudian Sulawesi juga sama, begitu pun di Papua," sebut Fachri.

"Jadi saat ini kita belum memasuki puncak musim hujan. Ini yang perlu jadi kewaspadaan kita," imbaunya.

Simak video 'BMKG Minta Warga Pesisir Waspada Potensi Rob 18-22 Desember!':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/zak)