ADVERTISEMENT

Viral Uji Praktik SIM RI Dibandingkan Taiwan, Begini Respons Korlantas

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 16:11 WIB
Jakarta -

Viral di media sosial (medsos) netizen membandingkan trek uji praktik SIM C di Indonesia dan Taiwan. Mereka menilai trek uji praktik SIM C di Indonesia sangat sulit.

Dalam video berdurasi 40 detik itu, trek uji praktik SIM C di Indonesia tampak berbentuk zig-zag dan melingkar. Bahkan, jalur trek uji praktik itu juga terlihat sempit. Seorang polisi lalu lintas (polantas) terlihat memberi contoh bagaimana melalui trek yang dinilai netizen sulit.

Sementara itu, postingan di medsos ini juga menampilkan uji praktik di Taiwan. Dalam video itu, pengendara yang menjadi peserta uji praktik tampak hanya melintasi jalanan yang lurus dan sedikit berputar.

Bahkan, sesekali peserta tampak mengerem motornya apabila melihat rambu untuk berhenti terlebih dahulu. Secara keseluruhan, kondisi trek di Taiwan itu tidak begitu sulit jika dibandingkan dengan di Indonesia.

"Emang sengaja dibikin susah biar pada nembak," cuit salah satu netizen.

Korlantas Polri Beri Penjelasan

Korlantas Polri buka suara merespons netizen yang membandingkan trek uji praktik SIM C di Indonesia dengan Taiwan. Korlantas menegaskan pihaknya mengikuti regulasi yang berlaku saat ini.

"Ini regulasinya, kita ikutin sesuai aturan yang ada di regulasi ya," ujar Kasubdit SIM Korlantas Polri Kombes Djati Utomo saat dimintai konfirmasi, Jumat (10/12/2021).

Djati melampirkan Perkap Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM. Dalam aturan itu, peserta uji praktik SIM C harus melewati rintangan berupa trek zig-zag hingga jalur berbentuk angka '8'.

"Materi ujian praktik I untuk peserta uji sepeda motor: a. Uji pengereman keseimbangan, b. Uji slalom (zig zag), c. Uji membentuk angka 8, d. Uji reaksi rem menghindar. e. Uji berbalik arah membentuk huruf U (U turn)," tuturnya.

"Lebar dan panjang lapangan ujian praktik I untuk SIM C disesuaikan dengan besaran kapasitas silinder dan/atau dimensi sepeda motor yang dikendarai," sambung Djati.

Lebih lanjut, kata Djati, peserta memang harus latihan dan diuji terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan SIM C. Pasalnya, Djati menerangkan, apabila seseorang sudah memiliki SIM, orang tersebut telah dinyatakan kompeten dalam berkendara.

"Kita punya SIM tandanya kita juga kompetensi mengemudi. Untuk mendapatkan kompetensi harus latihan dan diuji. Pada akhirnya pemilik SIM menjadi lebih tersaring, benar-benar orang yang berkompetensi mengendarai kendaraan bermotor," imbuh Djati.

(drg/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT