ADVERTISEMENT

Jokowi Sebut Pemberantasan Korupsi Belum Baik, ICW Minta Pimpinan KPK Ditegur

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 10:54 WIB
Aktivis anti korupsi dari ICW, Kurnia Ramadhana memberikan pernyataan pers di Gedung Dewan Pengawas KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Jumat (11/6/2021).  Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK. Dugaan tersebut terkait penggunaan sewa helikopter oleh Firli Bahuri, beberapa waktu lalu. (ARI SAPUTRA/detikcom)
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara soal pemberantasan korupsi yang belum membaik saat peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Jokowi menegur Pimpinan KPK.

"Sebagai kepala negara, Presiden harus menegur Pimpinan KPK. Sebab, akibat kegaduhan yang tak berkesudahan itu, roda kerja KPK terganggu dan capaiannya juga jauh dari kata ideal, terutama dalam lingkup penindakan," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Jumat (10/12/2021).

Kurnia mengatakan Jokowi harusnya yang pertama kali sadar dan berbenah karena pemberantasan korupsi belum baik. Menurutnya, masalah penegakan hukum yang terjadi saat ini dipicu sikap Jokowi yang tak jelas.

"Pihak yang paling pertama harus sadar dan berbenah karena pemberantasan korupsi belum membaik adalah Presiden Joko Widodo sendiri. Sebab, problematika penegakan hukum hari ini adalah ketiadaan sikap yang jelas dari Presiden," katanya.

Kurnia juga menyinggung soal RUU perampasan aset. Dia menilai RUU tersebut tak bisa segera rampung karena tidak ada dalam prolegnas.

"Misalnya, Presiden dalam pidato Hakordia kemarin mendorong agar tahun depan RUU Perampasan Aset bisa diundangkan. Bagi ICW, pernyataan itu tidak sesuai dengan realita hari ini. Sebab, faktanya, RUU Perampasan Aset tidak masuk dalam program legislasi nasional prioritas tahun 2022," katanya.

Kurnia menuding Jokowi masih kerap mengumbar janji manis. Dia menyayangkan Jokowi tak menyinggung soal kegaduhan yang sering ditimbulkan pimpinan KPK.

"Jadi, dari sini masyarakat dapat menilai bahwa Presiden seringkali hanya menebar janji-janji manis pemberantasan korupsi," ujarnya.

"Selain itu, dalam pidato Hakordia kemarin, ICW juga menyayangkan Presiden tidak menyinggung kegaduhan demi kegaduhan yang selalu diciptakan oleh Pimpinan KPK. Satu di antara sekian banyak kegaduhan adalah penyelenggaraan tes wawasan kebangsaan," tambahnya.

Sebelumnya, Jokowi menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di KPK. Jokowi meminta agar KPK tidak puas diri dengan banyaknya kasus yang telah ditangani.

"Aparat penegak hukum termasuk KPK jangan cepat berpuas diri," ujar Jokowi dalam sambutan di gedung KPK, Kamis (9/12). Jokowi menyampaikan pidatonya usai Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan.

Sebab, kata Jokowi, penilaian masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi belum baik. Jokowi meminta seluruh pihak sadar mengenai penilaian ini.

"Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai belum baik. Semua harus sadar mengenai ini," kata Jokowi.

Simak Video 'Jokowi: Pemberantasan Korupsi Masih Belum Baik, Semua Harus Sadar!':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT