Terlalu! Sekuriti Rekam Mahasiswi Pertukaran Pelajar di UNM Saat Mandi

Reinhard Soplantila - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 06:25 WIB
Makassar -

Seorang mahasiswi program pertukaran pelajar mahasiswa (PPM) dari program Kampus Merdeka Kemendikbud di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami pelecehan seksual. Mahasiswi tersebut direkam menggunakan telepon seluler (HP) oleh sekuriti di kampus tersebut saat tengah mandi di kamar mandi.

"Jadi saya tadi pukul 17.00 WIT di kantor baru dapat laporan bahwa kejadiannya pukul 09.00 WIT. Kejadiannya itu mahasiswa korban ini dia keluar dari area kamar mandi yang disiapkan dalam mes itu, keluar ke kamar mandi luar Hotel La Macca ini di sana itu ada kaca dalam gudang yang pencahayaan di situlah tempatnya si oknum sekuriti ini yang notabene sudah lepas jaga dia ada di situ dalam gudang merekam orang lagi mandi," ujar Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Husain Syam, Kamis (9/12/2021) malam.

Korban yang tengah mandi tiba-tiba mengetahui dirinya telah direkam oleh seseorang menggunakan HP melalui kaca ventilasi kamar mandi. Korban yang kaget, kemudian langsung memakai baju dan berteriak.

"Begitu dia lihat di kaca ada HP, kaget langsung dia pakai baju berteriak minta tolong. Begitu kejadiannya," sebut Husain.

Atas peristiwa itu, pihak Rektorat UNM akan mengambil langkah tegas memecat sekuriti tersebut. Terduga pelaku juga telah diserahkan ke Polsek Rappocini, Makassar.

"Karena kejadian itu siapa yang ada di situ jelas sekuriti yang ada di dalam gudang, maka pada akhirnya sekuriti ini diamankan kemudian pada saat saya tahu saya katakan pada saat ini saya pecat itu besok saya kasih keluar surat pemecatannya dan saya serahkan ke petugas kepolisian untuk proses secara hukum kalau tidak mau atur damai," jelas Husain.

Setelah kejadian, pihak UNM juga menyediakan bantuan pendampingan hukum terhadap korban. Rencananya, korban akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian pada Jumat (10/12).

"Karena tidak mau atur damai, besok (hari ini) kita lakukan pendampingan hukum untuk melapor kepada mahasiswa peserta pertukaran mahasiswa ini untuk melapor ke polres atau polsek untuk di BAP atas kejadian ini semua," tutur Husain.

Selain itu, Husain Syam telah bertemu dengan mahasiswi yang menjadi korban pelecehan seksual ini dan berjanji memberikan tim bantuan trauma healing kepada korban.

"Pihak UNM menyiapkan trauma healing karena kita berpikir jangan sampai ada pengaruh psikis atau mental yang ada pada mahasiswa ini. Saya sudah ketemu langsung, saya bilang saya datang menemui kamu dan saya berharap setelah saya datang ini kamu tenang, kamu dalam keadaan terlindungi," jelas Husain.

(rfs/mae)