Indonesia-Ceko Sepakat Optimalkan Kerja Sama Bidang Kesehatan hingga Energi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 23:46 WIB
Pertemuan Perwakilan RI dan Ceko
Foto: Pertemuan Perwakilan RI dan Ceko (Dok istimewa)
Jakarta -

Indonesia terus bekerja sama dengan Ceko dalam penanganan pandemi COVID-19 guna memulihkan ekonomi pasca pandemi. Kerja sama yang dilakukan di sejumlah sektor antara lain industri militer, energi ramah lingkungan dan penurunan emisi gas menjadi perhatian khusus.

Kesepakatan optimalisasi kemitraan tersebut ditegaskan kembali pada Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-2 antara Indonesia dan Ceko yang digelar di Bali, Rabu (8/12). Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Duta Besar Ngurah Swajaya, sementara delegasi Ceko dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Ceko Duta Besar Martin Tlapa.

"Hubungan bilateral antara Indonesia dan Ceko memiliki kedekatan secara historis sejak awal kemerdekaan Republik. Kerja sama bilateral selama ini telah berlangsung secara produktif, dengan Ceko, sebagai salah satu negara di Eropa Tengah dengan kepentingan yang kerapkali selaras dengan posisi Indonesia," tutur Dubes Swajaya kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Pada pertemuan tersebut, Indonesia mengundang Ceko untuk berinvestasi pada transisi energi di Indonesia. Pengembangan industri otomotif untuk kendaraan angkutan umum bertenaga listrik dan pembangunan ibukota baru di Indonesia menjadi isu bahasan dalam kesempatan FKB.

Di samping itu, kedua negara juga sepakat untuk mengedepankan 'leading by example' dalam hal penurunan emisi, sebagaimana telah disepakati pada pertemuan Komisi Ekonomi Bersama ke-5 RI dan Ceko (10/11). Pertemuan FKB ke-2 berlangsung konstruktif di mana Indonesia juga mengajukan proposal pengaturan koridor perjalanan dan pengakuan vaksin bersama kepada Ceko.

Kedua negara juga memberikan perhatian khusus pada stabilitas kawasan dan dunia. Untuk itu, Ceko juga mengakui peran penting Indonesia sebagai penyeimbang dalam konflik dan rivalitas yang berkembang di kawasan.

Indonesia dan Ceko terus perkuat hubungan bilateral berdasarkan kesamaan kepentingan, khususnya dalam isu lingkungan hidup dan perubahan iklim. Ceko juga menyampaikan dukungan bagi proposal Indonesia untuk membentuk Intergovernmental Group (IGG) on Oilseeds, Oils, and Fats dalam wadah internasional FAO, dan mengapresiasi tingginya minat pada program pertukaran pelajar antara kedua negara dengan memanfaatkan FKB, Indonesia juga mengusulkan program penelitian bersama tentang minyak nabati oleh masing-masing lembaga riset atau universitas di kedua negara.

Delegasi Ceko terdiri dari unsur pengusaha yang bergerak di bidang alat kesehatan. Sebelum pelaksanaan FKB Selasa (7/12), telah diadakan pula kegiatan Forum Bisnis di Jakarta mengikutsertakan kalangan bisnis Indonesia, termasuk KADIN. Dalam Forum Bisnis ini terdapat potensi investasi dan perdagangan antara Rp 200 hingga 500 miliar.

(zap/aud)