ADVERTISEMENT

5 Tersangka Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal Segera Disidang Lagi

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 20:57 WIB
5 Tersangka kasus mafia tanah Ibu Dino Patti Djalal segera disidangkan
Lima tersangka kasus mafia tanah Ibu Dino Patti Djalal segera disidangkan. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Penyidik Polda Metro Jaya menyerahkan tahap II lima berkas perkara dan tersangka kasus mafia tanah Ibu Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal. Kelima tersangka itu akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Kelimanya akan disidangkan untuk laporan polisi yang berbeda dengan pelapor pihak Dino Patti Djalal.

"Penyerahan tersangka dan barang bukti tahap 2," Kasi Intel Kejari Jaksel Sri Odit Megondo dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

Tim jaksa peneliti telah menetapkan berkas para tersangka lengkap (P.21). Nantinya dalam waktu dekat jaksa penuntut umum akan segera melimpahkan berkas dakwaan ke PN Jaksel untuk disidangkan.

"Dalam waktu dekat akan segera dilimpahkan ke PN Jaksel," kata Odit.

Adapun 5 tersangka yang diserahkan ke Kejari Jaksel adalah Fredy Kusnadi, Aryani Nustaria, Agus Gunawan, Shierly, dan Ria Setiawan. Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga telah menyerahkan tahap II berkas dan tersangka atas nama Mustofa alias Topan pada 18 November 2021.

Dalam kasus ini, kelima tersangka bersama Mustofa alias Topan (dalam berkas terpisah) melakukan tindak pidana penipuan kasus mafia tanah korban Zurni Hasyim Djalal (ZHD) atau ibu kandung Dino Patti Djalal, yaitu tanah seluas 780 m2 yang beralamat di Jl Kemang Barat seluas Rp 780 meter persegi senilai Rp 20 miliar.

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Kedua Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Ketiga Pasal 263 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Keempat Pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Peran Para Tersangka

Para tersangka memiliki peran masing-masing, Mustofa berperan selaku broker dari agen properti.

Awalnya, tanah Zurni Hasyim Djalal itu tercatat atas nama Yurmisnawita seluas 780 meter persegi yang merupakan keponakannya. Kasus itu bermula saat Zurni Hasyim Djalal akan menjual tanah dan bangunannya seharga Rp 20 miliar atau disewakan sehingga mencari calon pembelinya.

Zurni kemudian mencari calon pembeli atau calon penyewanya dan memberikan kuasa secara lisan kepada Mustofa. Lalu Shierly menghubungi tersangka Mustofa dengan maksud tertarik ingin membeli rumah Zurni senilai Rp 17,5 M.

Saat itu Shierly sempat meminjam dokumen sertifikat tanah atas nama Yurmisnawita tersebut. Singkat cerita, para tersangka bekerja sama untuk memfigurkan Yurmisnawita dan berpura-pura sebagai sosok Yurmisnawita untuk datang ke kantor notaris yang akan menjual tanah tersebut kepada pihak. KTP serta dokumen terkait akta jual beli tanah Yurmisnawita dan suaminya itu dipalsukan atas inisiasi Fredy Kusnadi.

Sejumlah tersangka melakukan perbuatan sedemikian rupa hingga akhirnya terjadi peralihan sertifikat SHM kepada pihak lain. Serta sertifikat SHM yang telah beralih nama dipakai untuk meminjam uang yang kemudian hasil pinjaman tersebut dibagi antara komplotan itu.

Sebelumnya, kasus mafia tanah ibu Dino Patti Djalal telah disidangkan, tetapi dengan objek tanah yang berbeda. Sebelumnya, 5 terdakwa telah dijatuhi hukuman oleh PN Jaksel dengan hukuman penjara dari 2 tahun 8 bulan hingga 4 tahun.

5 Tersangka Telah Divonis di LP Lainnya

Hukuman itu tertuang dalam putusan PT Jakarta yang dilansir dari website-nya, Senin (27/9/2021). Dalam vonis itu 5 orang tersangka divonis terkait kasus mafia tanah di Kompleks Executive Paradise Cilandak Barat yang dimiliki ibu Dino, Zurni Hasyim Djalal. Karena Zurni sering di luar negeri, sertifikat hak milik (SHM) rumah itu dipercayakan atas nama Yurmisnawita.

Berikut ini daftar hukuman terhadap para komplotan tersebut:

1. FK dihukum 2 tahun 8 bulan penjara untuk perkara nomor 373. FK juga dihukum 3 tahun 6 bulan penjara untuk perkara nomor 374.
2. AG dihukum 2 tahun 8 bulan penjara untuk perkara nomor 366. AG juga dihukum 2 tahun 8 bulan penjara untuk perkara nomor 369.
3. AN dihukum 2 tahun 8 bulan penjara.
4. LM dihukum 3,5 tahun penjara. Oleh PT Jakarta dinaikkan menjadi 4 tahun penjara.LM tidak terima dan kini mengajukan kasasi.

(yld/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT