Buka Bali Democracy Forum, Menlu Bicara Pengaruh Buruk Pandemi bagi Demokrasi

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 10:40 WIB
Menlu Retno buka Bali Democracy Forum (Matius Alfons-detikcom)
Menlu Retno membuka Bali Democracy Forum (Matius Alfons/detikcom)
Denpasar -

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membuka Bali Democracy Forum (BDF) 2021. Dalam sambutannya, Retno bicara soal pengaruh buruk pandemi Corona bagi demokrasi.

BDF ke-14 ini mengangkat tema 'Democracy for Humanity: Advancing Economic and Social Justice During Pandemic'. BDF 2021 ini digelar di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2021).

Acara ini diikuti oleh 335 peserta dari 95 negara serta 18 pejabat setingkat menteri. Sejumlah tokoh bakal hadir dalam BDF ke-14 ini, antara lain Sekjen PBB Antonio Guterres serta Menlu Amerika Serikat Antony Blinken.

Acara ini juga dihadiri oleh para pakar dan akademisi demi membahas terkait pemulihan pandemi. Retno awalnya bicara soal kondisi negara-negara di dunia yang mulai bangkit dari pandemi Corona.

"Selamat datang di BDF ke-14, ini tahun kedua kita berkumpul di sini dalam format hybrid. Kita belum kembali ke kehidupan normal, tapi dunia memang perlahan bangkit kembali," kata Retno.

Retno menyebut salah satu tanda kondisi mulai membaik bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia yang mulai tumbuh 5,6 persen pada 2021. Retno juga membahas varian Omicron, yang membuat sejumlah negara kembali melakukan pembatasan.

"Di beberapa negara kita melihat pembatasan pandemi telah dilonggarkan, tetapi beberapa lainnya diperketat karena varian Omicron," ucap Retno.

Retno menyebut dunia mengalami perubahan pola pikir dari yang awalnya bertahan hidup menjadi pemulihan. Dia menyebut perjuangan melawan pandemi Corona akan berlangsung panjang.

"Kami juga melihat perubahan pola pikir dari survival ke recovery, tidak diragukan lagi jalan menuju recovery akan panjang," tuturnya.

Retno menyebut pandemi Corona berdampak buruk pada demokrasi dunia. Dia menyebut kebebasan global mengalami kemunduran di sejumlah negara gara-gara pandemi.

"Pandemi datang pada saat yang sangat buruk bagi demokrasi, sesuai dengan laporan tahun 2021 dari freedom house global, demokrasi telah menurun selama 15 tahun berturut-turut dan hampir 74 persen dari populasi dunia yang tinggal di negara negara menghadapi kemunduran demokrasi tahun lalu," ujarnya.

Retno menyebut pandemi Corona telah memperburuk tren demokrasi yang saat ini tengah berkembang. Cara-cara menjalankan pemerintahan, kata dia, harus berubah untuk menghadapi pandemi Corona.

"Pandemi memaksa kami untuk mengubah cara kami memerintah, salah satu tantangannya adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara menegakkan nilai-nilai demokrasi dan memperkenalkan langkah-langkah sementara untuk mengelola pandemi. Banyak negara yang melakukan proses trial and error dan hasilnya bervariasi," tuturnya.

Simak juga 'Menlu Retno Sebut China Berkomitmen Jaga Stabilitas Laut China Selatan':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/haf)