Kronologi Kelompok NU Masuk Soal Pilihan Ganda 'Orang Dimurkai Allah SWT'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 10:20 WIB
empty classroom view
Foto: iStock
Jakarta -

Viral soal ujian penilaian akhir semester ganjil Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula yang menyinggung ormas Nahdlatul Ulama (NU). Begini kronologi penyusunan naskah soal tersebut.

Kepala Kemenag Kabupaten Karawang, Dadang Ramdani menjelaskan naskah soal tersebut merupakan soal ujian mata pelajaran Al-Qur'an Kelas 1. Soal itu merupakan pilihan ganda pada nomor 11 untuk pelaksanaan Penilaian Akhir Semester Tahun Pelajaran 2021/2022 Madrasah Diniyah Ula.

"Diketahui setelah Ketua PCNU Kabupaten Karawang menyampaikan informasi kepada Kepala Kemenag Kabupaten Karawang tanggal 8 Desember," ujar Dadang, dalam penjelasannya, Kamis (9/12/2021).

Pada Rabu (8/12) pagi, Dadang didampingi Kasi PD Pontren mengonfirmasi ke pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten karawang dan memanggil Ta'lim selaku pembuat soal.

Kemenag Karawang hendak mendapat keterangan dan latar belakang penyusunan soal tersebut.

Dadang mengatakan FKDT Karawang pada 4 Oktober membentuk tim penyusun naskah soal Penilaian Akhir Semester. Namun FKDT dalam menyusun soal ujian tidak memanfaatkan tim editing soal.

"Pembuatan Naskah soal mata pelajaran Al-Qur'an Kelas 1 sampai 4 diamanahkan kepada saudara Ta'lim. Dalam penyusunan soal mata pelajaran Al-Qur'an Kelas 1 terdapat kesalahan dan kekeliruan pada soal pilihan ganda nomor 11," paparnya.

Kesalahan yang dimaksud yakni bunyi soal "Diantara orang yang dimurkai oleh Allah SWT, adalah...". Ada empat empat pilihan ganda yang harus di jawab. Pertama Kelompok Yahudi, kedua Kelompok Islam, ketiga Kelompok Jahiliyah, keempat Kelompok 'NU'.

Dadang mengatakan Ta'lim mengakui kesalahan dan kekeliruannya dalam pembuatan naskah soal tersebut. Ditegaskan tidak ada maksud menyudutkan ormas NU dalam penyusunan naskah soal.

"Karena yang bersangkutan juga merupakan simpatisan ormas NU," kata Dadang.

Dijabarkan penyusunan soal tersebut semata-mata untuk menggali pemahaman siswa kelas 1 terhadap surat Al-Fatihah ayat 7 dan bermaksud memperkenalkan ormas NU ke siswa.

Dadang juga menerangkan pada Selasa siang kemarin FKDT Karawang termasuk Ta'lim sudah membuat surat permohonan maaf ke seluruh warga NU.

"Kemenag Karawang mengarahkan dan mengingatkan FKDT Karawang untuk tidak mengulangi pembuatan naskah soal yang tidak prosedural serta tidak menciptakan pernyataan-pernyataan baik dalam naskah soal maupun produk kebijakan lainnya agar tidak menciptakan kegaduhan dan mengganggu ketentraman wilayah Kabupaten Karawang," katanya.

Kemenag Karawang juga melakukan mediasi dengan PCNU Karawang untuk menyampaikan kronologi pembuatan naskah soal ujian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

Simak juga 'PBNU Tetapkan Muktamar ke-34 NU pada 23-25 Desember 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/dhn)