ADVERTISEMENT

d'Legislasi

RUU TPKS: Pelaku Revenge Porn Bisa Dipenjara sampai 6 Tahun

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 09:50 WIB
poster
Ilustrasi media sosial (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Draf Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) disepakati menjadi usulan inisiatif DPR. Salah satu pasal dalam draf RUU ini mengatur soal kekerasan seksual berbasis digital.

Kekerasan seksual berbasis digital juga dikenal dengan istilah kekerasan berbasis gender online (KBGO). Dikutip dari laman Safenet ID, KBGO yang difasilitasi teknologi, sama seperti kekerasan berbasis gender di dunia nyata, tindak kekerasan tersebut harus memiliki niatan atau maksud melecehkan korban berdasarkan gender atau seksual.

Salah satu bentuk KBGO adalah balas dendam dengan menyebarkan konten porno korban. Terkait kasus KBGO ini, RUU TPKS mengaturnya dalam Pasal 5 Ayat 1. Pelaku KBGO bisa terancam pidana maksimal 6 tahun penjara. Berikut ini bunyi pasalnya:

Pasal 5
(1) Setiap Orang yang mengirim dan/atau menyebarluaskan gambar dan/atau rekaman segala sesuatu yang bermuatan seksual kepada orang lain, di luar kehendak orang lain tersebut, atau dengan maksud memeras/mengancam/memperdaya agar orang itu tunduk pada kemauannya, dipidana karena melakukan pelecehan seksual berbasis elektronik dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

Pelecehan seksual berbasis online ini termasuk dalam delik aduan. Hal ini diterangkan dalam Pasal 5 ayat 2.

(2) Pelecehan seksual berbasis elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan delik aduan.

Simak Video 'Mayoritas Fraksi Baleg DPR Setujui Draf RUU TPKS, PKS Menolak':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT