Kelakuan Nekat Geng Balap Liar Keroyok Polisi Gegara Ogah Dibubarkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 08:02 WIB
Enam pengeroyok polisi di Pondok Indah Jaksel ditangkap
Enam pengeroyok polisi di Pondok Indah Jaksel ditangkap (Rakha Arlyanto/detikcom)

Korban Dikeroyok di Depan Istri

Para pelaku kemudian meneriaki Brigadir Irwan Lombu dengan kalimat provokasi 'polisi gadungan'. Para pelaku mengeroyok korban di depan istri korban.

"Para pelaku meneriakkan dengan kata-kata provokasi, yaitu 'polisi gadungan'. Korban ditemani istrinya. Karena ada provokasi tersangka mengeroyok, dicoba dilerai oleh istri korban, tapi tidak diindahkan pelaku," ujar Zulpan.


Enam Pelaku Geng Balap Liar Ditangkap

Polisi telah menangkap enam pelaku pengeroyokan Brigadir Irwan Lombu. Mereka adalah pentolan geng balap liar.

"Para tersangka ada enam orang, inisialnya FP, JW, M, FA, D, B, dan A. Mereka semua sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Zulpan.

"Para pentolan-pentolan balap liar ini saat dihentikan polisi mereka terganggu dan provokasi," lanjut Zulpan.

Zulpan mengatakan para pelaku ini biasanya balap liar di kawasan Sentul, Bogor. Namun karena malam itu cuaca tidak mendukung, sehingga mereka geser ke Pondoh Indah, Jaksel.

"Jadi mereka ini yang jelas adalah satu geng yang selalu melakukan balap liar biasanya di Sentul. Tapi, karena di Sentul hujan mereka memindahkan ke Pondok Indah, mereka mengundang gengnya, saat itu kurang lebih ada 60 (orang), mereka ini mungkin pentolan-pentolannya.


Polisi Sita Pistol Mainan dari Pelaku

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari enam tersangka pengeroyok Brigadir Irwan Lombu. Salah satunya ada pistol mainan atau pistol korek.
"Senjata itu pistol korek. Jadi bukan senpi (senjata api)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Rabu (8/12/20221).

Zulpan menerangkan pistol korek tersebut digunakan untuk memukul Brigadir Irwan Lombu. Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lainnya.

"Untuk menakut-nakuti dan memukul korban. Barang buktinya ada baju dinas Pilri yang dipakai korban, ada handphone para tersangka, rekaman CCTV dan lain-lain," kata Zulpan.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya baju dinas Polri yang dikenakan korban, handphone para tersangka, pistol korek, rekaman CCTV, dan tas hitam. Keenam tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 212 KUHP dan/atau Pasal 214 KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan penjara.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....