Kemenag Sudah Tutup Pesantren di Bandung Buntut Guru Perkosa 12 Santriwati

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 06:01 WIB
Kantor Kementerian Agama
Kantor Kementerian Agama (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menyerahkan proses hukum terhadap guru pesantren yang memperkosa 12 santriwati di Cibiru, Kota Bandung kepada kepolisian. Kemenag juga telah menutup pesantren setelah kasus pemerkosaan oleh guru yang juga pimpinan pesantren itu ditangani oleh polisi.

"Menanggapi pemberitaan terkait tindak pidana yang dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren di wilayah Cibiru, Kota Bandung, Jabar, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang telah menjadi ranah hukum karena setiap warga negara memiliki hak mendapatkan perlindungan dari negara," kata Plt. Karo Humas, Data, dan Informasi Kemenag RI, Thobib Al Asyhar kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).

Thobib menyebut kasus ini ditangani polisi sejak 6 bulan yang lalu. Menanggapi kasus pemerkosaan itu, Kemanag kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Peristiwa tersebut terjadi di Kota Bandung 6 bulan yang lalu dimana Polda Jabar bersama Kementerian Agama Provinsi yang difasilitasi Dinas Perlindungan Anak dan Ibu (KPAI) Jawa Barat telah duduk bersama mengambil langkah-langkah," jelasnya.

Thobib mengatakan bahwa Kanwil Kemenag Jabar telah menutup pesantren usai kejadian tersebut. Hingga saat ini pesantren tak lagi beroperasi.

"Bersama Polda Jabar sepakat untuk menutup atau membekukan kegiatan belajar mengajar di Pesantren Tahfidz tersebut dan sampai sekarang tidak difungsikan sebagai tempat atau sarana pendidikan, baik pesantren maupun pendidikan kesetaraannya," jelasnya.

Siswa Dipindahkan

Lebih lanjut, Thobib menyebut seluruh siswa telah dikembalikan ke orang tua untuk dipindahkan ke sekolah lain. Sementara kepada para korban, telah ditangani.

"Kemenag telah melaksanakan hasil kesepakatan dengan Polda dan KPAI agar seluruh siswa dikembalikan ke daerah asal siswa tersebut serta pendidikannya dilanjutkan ke madrasah atau sekolah sesuai jenjangnya yang ada di daerah masing-masing, siswa yang menjadi korban dengan difasilitasi oleh Kasi Pontren dan Forum Komunikasi Pendidikan Kesetaraan (FKPPS) Kab/kota masing-masing," katanya.

"Kemenag selalu berkoordinasi dengan pihak Polda dan Dinas Perlindungan Ibu dan Anak, khususnya terkait penyelesaian perpindahan dan ijazah para peserta didik di lembaga tersebut," lanjutnya.

Simak Video 'Kasus Guru Perkosa Santriwati di Bandung, Total 9 Bayi Lahir Akibat Ulahnya':

[Gambas:Video 20detik]