Polisi: 8 Pembakar Warga Hidup-hidup Termakan Isu Korban Punya Kekuatan Gaib

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 22:51 WIB
Konferensi pers pria dibakar hidup-hidup di Langkat, Sumut (Datuk Haris Molana/detikcom)
Konferensi pers pria dibakar hidup-hidup di Langkat, Sumut. (Datuk Haris Molana/detikcom)
Medan -

Delapan tersangka yang membakar Darwin Sitepu (38) di Langkat, Sumatera Utara (Sumut), telah merencanakan aksinya terlebih dahulu. Mereka memutuskan membakar korban kerana diyakini korban mempunyai kekuatan gaib.

Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting mengatakan, awalnya, pada 2 Desember 2021, para tersangka sudah berkumpul di rumah dan berencana mengusir korban supaya meninggalkan lahan yang diklaim milik mereka. Jika korban tak menggubris, mereka telah berencana menghabisi nyawa korban dengan cara membakarnya.

"Mereka merencanakan apabila si korban tidak meninggalkan lahan tersebut mereka akan menghabisinya dengan cara membunuh korban. Mereka merencanakan ini dengan melakukan pembakaran. Karena adanya isu di keluarga mereka bahwa si korban memiliki kekuatan gaib, kekuatan tidak mempan dengan sajam (senjata tajam), sehingga mereka memutuskan untuk melakukan pembakaran kepada korban," kata Ferio kepada wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (8/12/2021).

Ferio mengatakan setelah semua persiapan telah dilakukan. Para tersangka terlebih dahulu berangkat ke kuburan neneknya untuk berziarah. Selanjutnya mereka mendatangi korban di TKP.

Setiba di TKP, salah satu tersangka mengusir korban dari lahan tersebut, namun tidak diindahkan oleh korban hingga terjadi adu mulut. Korban tetap bertahan lantaran dia merasa bertanggungjawab karena sudah dibayar bekerja di sana untuk menjaga lahan tersebut.

"Karena tidak diindahkan, sesuai dengan rencana awal mereka. Mereka langsung memukul si korban dengan menggunakan senapan angin di bagian belakang, korban berupaya melakukan perlawanan, namun salah seorang dari tersangka menyiram korban dengan bensin yang telah disiapkan terlebih dahulu dan membakar korban itu sendiri," ucap Ferio.

"Pada saat korban berupaya untuk mematikan api dengan cara berguling-guling di tanah, tersangka lainnya melakukan pelemparan kepada korban menggunakan batu. Karena tindakan-tindakan tersebutlah mengakibatkan korban meninggal dunia," tambahnya.