Ratusan Bus TransJakarta yang Dikandangkan Masih Diperiksa

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 20:12 WIB
Dirut TransJakarta, Yana (Wildan-detikcom)
Dirut TransJakarta, Yana (Wildan/detikcom)
Jakarta -

TransJakarta masih melakukan evaluasi buntut rentetan kecelakaan yang dialami belakangan ini. Ratusan unit bus TransJakarta dari dua operator yang sebelumnya dikandangkan pun masih dalam pemeriksaan.

"Kebetulan dari (operator) Mayasari dan Steady Safe ada di sini. Kami semua keluarga besar jadi kami semua sedang evaluasi dan perbaikan sedang berlangsung. Kita harapkan semuanya normal kembali dalam waktu dekat," kata Dirut TransJakarta, Muhammad Yana Aditya saat jumpa pers di Kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (8/12/2021).

Yana menuturkan sejumlah bus yang telah lolos pemeriksaan sudah beroperasi kembali. Namun dia tidak menyebut secara rinci berapa jumlah unit bus yang telah dioperasikan itu.

"Jadi saat ini unit-unit yang di-grounded diperiksa. Jadi beberapa yang sudah lolos periksa, tentu sudah dijalani kembali," tuturnya.

Yana menyampaikan, tujuan pemeriksaan bus-bus itu adalah memastikan tidak adanya masalah teknis. Bus-bus tersebut, kata Yana, bisa kembali beroperasi setelah lolos pemeriksaan teknis.

"Jadi supaya nggak terjadi masalah teknis kurang lebih seperti itu. Bisa (beroperasi kembali) tapi setelah diperiksa aspek teknisnya, terkait armada syaratnya adalah itu. Jadi sudah diperiksa semua normal maka kembali menjadi koarmada," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, dua mitra operator Bus TransJakarta, Steady Safe dan Mayasari Bakti, dikenai sanksi buntut kecelakaan bus TransJakarta dua hari berturut. Ratusan bus milik dua operator itu dihentikan sementara operasinya.

"Pemberhentian operator, pada Steady Safe ada 119 kendaraan dan di Mayasari ada 110 kendaraan," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta M Yana Aditya saat jumpa pers di kantor PT TransJakarta, Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 1, Kota Jakarta Timur, Sabtu (4/12).

TransJakarta menegaskan sanksi tersebut sesuai dengan bunyi poin dalam kontrak kerja sama mereka dengan operator. TransJakarta menyatakan dalam kontrak, kecelakaan termasuk dari bentuk pelanggaran.

"Sanksi ini akan diberlakukan pada operator yang melakukan pelanggaran. Artinya, begitu ada pelanggaran, termasuk kecelakaan," jelas dia.

TransJakarta berharap operator betul-betul membenahi dan mengecek ulang armada serta sumber daya manusianya. Selain meminta Steady Safe dan Mayasari Bakti memperbaiki kualitas armada dan sopir, TransJakarta sendiri akan membenahi standard operating procedure (SOP) dan tata letak benda di kabin, khususnya dekat kursi sopir.

Namun Yana menuturkan dengan sanksi ini tak berarti TransJakarta memutus kerja sama dengan operator. Masih kata Yana, belum ada batas waktu berakhirnya penonaktifan tersebut.

"Nggak ada putus kontrak. Kami mengevaluasi semua. Jadi semua tindakan kami harus ada dasarnya. Sampai hari ini belum ada putus kontrak dengan operator. Jadi kita sedang evaluasi, nanti hasilnya seperti apa, itu yang kita jadikan acuan." terang dia.

"Pemberhentian itu setelah dilakukan evaluasi. Kalau sudah disetujui, baru mulai lagi. Kalau dia cepat, ya bisa langsung beroperasi. Kalau setahun belum beres, ya ikuti prosesnya. Kita akan putuskan apakah unit dan pramudi dapat dioperasikan kembali," tutur Yana.

(dek/mae)