Penerapan PPKM Level 3 Batal, Ini 4 Pengetatan Saat Nataru

Anisa Hanifah - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 16:32 WIB
Penerapan PPKM level 3 batal diberlakukan pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bagaimana pengetatan saat Nataru nanti?
Penerapan PPKM Level 3 Batal, Ini 4 Pengetatan Saat Nataru (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Penerapan PPKM level 3 batal diberlakukan pada liburan Natal dan tahun baru (Nataru). Meski begitu, pemerintah akan melakukan pengetatan aturan dan kegiatan masyarakat selama libur Nataru.

Juru bicara Menko Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, menjelaskan pembatalan PPKM level 3 selama Nataru tidak menyamaratakan semua wilayah.

"Betul pemerintah tidak akan menerapkan level 3 pada periode Natal dan tahun baru nanti, namun kebijakan PPKM pada masa Nataru akan dibuat lebih seimbang dengan disertai dengan testing dan tracing yang tetap akan digencarkan," kata Jodi dalam keterangannya dari video yang diterima, Selasa (7/12).

Penerapan PPKM Level 3 Batal: Ini Capaian Vaksinasi di Jawa-Bali

Jodi menambahkan, pembatalan PPKM level 3 saat Nataru ini mempertimbangkan beberapa hal. Salah satu pertimbangannya yaitu mengenai ketercapaian vaksinasi COVID-19 dan antibodi COVID-19 yang dimiliki masyarakat Indonesia. Selain itu, capaian vaksinasi di Jawa-Bali juga menjadi pertimbangan pemerintah dalam membatalkan PPKM level 3 selama Nataru.

"Keputusan ini juga didasarkan pada capaian vaksinasi dosis satu di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis dua yang sudah mendekati 56 persen. Vaksinasi akan terus digenjot hingga saat ini sudah mencapai 64 persen dan 42 persen untuk dosis satu dan dua di Jawa-Bali," ucap Jodi.

"Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu, hasil survei juga menunjukkan juga bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi COVID-19," sambungnya.

Penerapan PPKM Level 3 Batal: Penyekatan Saat Nataru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan Presiden Jokowi menyampaikan tidak perlu ada penyekatan saat Nataru.

"Presiden menyampaikan tidak perlu ada penyekatan-penyekatan, tapi diperkuat, di tempat ruang-ruang publik itu menggunakan PeduliLindungi," ujar Tito kepada wartawan di Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).

Tito mengimbau masyarakat yang belum vaksinasi tidak dianjurkan untuk bepergian. Dia pun mengingatkan masyarakat bahwa COVID-19 belum hilang.

"Yang vaksin dua kali boleh jalan, yang belum vaksin, jangan jalan-lah. Meskipun sudah cukup tinggi (angka vaksinasi), kita kan yang terpapar ada juga kan, (sekitar) 100-200 kan ada yang terpapar," tambah Tito.

Informasi lain mengenai penerapan PPKM level 3 batal dapat disimak di halaman berikutnya.