Aksi Heru Hidayat Keruk Cuan Triliunan dari ASABRI hingga Dituntut Mati

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 14:55 WIB
Dua terdakwa kasus Jiwasraya diperiksa KPK. Keduanya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.
Terdakwa kasus korupsi PT ASABRI, Heru Hidayat (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Heru Hidayat menghadapi tuntutan hukuman mati dalam kasus korupsi PT ASABRI. Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera itu diyakini merugikan negara Rp 22,7 triliun. Begini perjalanan kasusnya.

PT ASABRI (Persero) diketahui mendapatkan pendanaan yang berasal dari dana program THT (Tabungan Hari Tua) dan dana Program AIP (Akumulasi Iuran Pensiun) yang bersumber dari iuran peserta ASABRI setiap bulan yang dipotong dari gaji pokok TNI, Polri, dan ASN/PNS di Kemenhan sebesar 8 persen dengan rincian dana pensiun dipotong sebesar 4,75 persen dari gaji pokok, sedangkan Tunjangan Hari Tua (THT) dipotong sebesar 3,25 persen dari gaji pokok.

Kasus ini bermula pada 28 Juni 2012, ketika Adam Damiri selaku Dirut ASABRI dan komisaris memimpin rapat direksi membahas investasi di pasar modal dalam bentuk instrumen saham dan jenis saham, termasuk saham yang sedang bertumbuh atau dikenal dengan layer 2 atau layer 3, yaitu saham-saham yang mempunyai risiko tinggi.

Kemudian sejak 2012 PT ASABRI mulai melakukan transaksi jual-beli saham jenis tersebut, di antaranya saham LCGP di pasar reguler pada 1 Oktober 2012, MYRX di pasar reguler pada 4 Oktober 2012, dan SUGI di antaranya melalui pasar negosiasi mulai 3 Desember 2012 meskipun jumlahnya belum terlalu banyak.

Pada 2012-2019, Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri Ilham W Siregar dan BE melakukan kesepakatan dengan pihak di luar ASABRI, yaitu kepada Benny Tjokro, Heru Hidayat, dan Lukman Purnomosidi. Hal itu dilakukan untuk menukar saham dalam portofolio dengan saham milik ketiga pihak swasta itu dengan harga yang tinggi.

Adapun dalam kasus ini ada 8 tersangka. Mereka antara lain mantan Direktur Utama PT Asabri Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri Sonny Widjaja, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Mereka didakwa terlibat korupsi sehingga merugikan negara Rp 22,7 triliun.

Simak video 'Reaksi Kuasa Hukum Atas Tuntutan Hukuman Mati Heru Hidayat':

[Gambas:Video 20detik]