Berapa Korban Gunung Semeru Sekarang? Ini Data Terbarunya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 13:16 WIB
Berapa Korban Gunung Semeru Sekarang? Ini Data Terbarunya
Berapa Korban Gunung Semeru Sekarang? Ini Data Terbarunya -- Foto: Kondisi Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Rabu (8/12/2021) pagi (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta -

Berapa Korban Gunung Semeru? Jawaban dari pertanyaan tersebut saat ini sedang dicari masyarakat. Baru ini, jumlah korban erupsi Gunung Semeru kembali bertambah.

Penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru masih berlangsung sampai hari ini. Erupsi Gunung Semeru ini tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan, tetapi juga warga yang mengungsi akibat rusaknya tempat tinggal akibat material vulkanik.

Lalu, berapa korban Gunung Semeru? Simak informasinya yang sudah kami rangkum berikut ini.

Berapa Korban Gunung Semeru? Ini Jawabannya

Menjawab pertanyaan berapa korban Gunung Semeru, melansir dari situs BNPB, berikut adalah data pada Selasa (7/12), pukul 12.00 WIB jumlah korban jiwa yang tercatat:

  • Luka-luka 56 jiwa
  • Hilang 17 jiwa
  • Meninggal dunia 34 jiwa

Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi.

Selain itu, dari total 34 korban meninggal, 22 jenazah telah teridentifikasi. Kapolsek Kota Lumajang Iptu Samsul Hadi merinci, dari 22 korban meninggal yang telah teridentifikasi 18 jenazah sudah diserahkan ke keluarganya masing-masing.

"Total 34 jenazah korban erupsi Gunung Semeru ditemukan," terang Samsul, Selasa (7/12/2021).

Erupsi Semeru: Pencarian Korban Hilang

Pencarian korban dilakukan dengan mengerahkan alat berat hingga bantuan warga. Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kol Inf Irwan Subekti mengatakan pihaknya mengalami kendala dalam proses pencarian korban karena pasir dari erupsi masih dalam kondisi panas.

"Namun ini mengalami kendala yang sangat berat, karena sampai dengan saat ini wilayah yang terdampak pasirnya tanahnya masih kondisi panas jadi alat berat pun kita tidak berani ke tempat yang masih panas," kata Irwan dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (7/12/2021).

Pencarian korban dikatakan akan berlangsung selama 1 minggu. Irwan menambahkan pencarian korban hilang ini dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca yang terjadi di Lumajang.

"Waktu pencarian dilakukan pagi hingga sore hari, dengan memperhatikan situasi cuaca di Lumajang, mengingat setiap sore turun hujan sehingga ini sangat berpengaruh terhadap proses pencarian. Pencarian korban akan dilakukan 1 minggu," tuturnya

Pada Rabu (8/12/2021) pukul 09.30 WIB, proses pencarian yang dilakukan petugas gabungan BPBD, TNI/Polri dan sukarelawan dihentikan. Hal ini karena hujan deras yang mengguyur Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Dusun Renteng merupakan salah satu kawasan yang dilintasi lahar Gunung Semeru. Tim SAR gabungan diperintahkan kembali ke titik aman, sebab di lereng Gunung Semeru berpotensi lahar dingin.

"Menghindari korban jiwa bertambah, proses pencarian disetop sementara. Dan kembali dilanjutkan jika kembali aman," Petugas Tagana Jatim, Ahmadi.

Informasi soal berapa korban Gunung Semeru kini sudah diketahui. Ribuan rumah juga terdampak akibat erupsi yang terjadi. Simak ulasan di halaman selanjutnya.

Erupsi Semeru: Ribuan Rumah Terdampak

Selain menelan korban jiwa, erupsi Gunung Semeru ini juga mengakibatkan kerusakan di ribuan rumah warga. Berdasarkan data dari BNPB, disebutkan sebanyak 5.205 rumah yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru.

Namun, saat ini sejumlah Warga pengungsi Semeru menyempatkan diri kembali ke rumahnya untuk mulai membersihkan rumah dari guyuran abu vulkanik Gunung Semeru. Seperti yang dilakukan oleh Khusnul Shoifa, warga Desa Sumber Wuluh, ia bersama suaminya terlihat membersihkan pekarangan rumahnya.

"Iya hari ini mulai bersih-bersih rumah. Setelah erupsi kemarin mengungsi di rumah saudara yang berada di Kecamatan Pasirian," kata Khusnul kepada detikcom, Selasa (7/12/02/2021).

Erupsi Semeru: Kembali Erupsi Dini Hari Tadi

Gunung Semeru kembali erupsi hari ini, pada pukul 00.01 WIB. Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 16 mm dan durasi 3 menit 53 detik.

Tinggi kolom abu teramati 500 meter di atas puncak Semeru. Kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara.

Saat ini Gunung Semeru berada pada tingkat aktivitas level II (waspada). Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius satu km dari Mahameru.

Erupsi Semeru: Trauma Healing untuk Anak-anak Korban Semeru

Anak-anak korban erupsi Gunung Semeru yang berada du pos pengungsian Desa Penanggal mendapatkan trauma healing. Mereka diberi permainan ringan agar bisa mengobati trauma yang dialami.

Dinda, salah satu anak pengungsi dari Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, misalnya. Saat awan panas guguran mengguyur desanya, Dinda berlari bersama orang tuanya hingga dievakuasi.

"Senang dan bahagia diberi trauma healing, disuruh nyanyi, mengaji dan bermain, sedikit menghibur dan melupakan kejadian mencekam saat awan panas guguran Gunung Semeru datan dan sapu desanya," kata Dinda, saat ditemui di lokasi, Rabu (8/12/2021).

(izt/imk)