Ricuh Penangkapan Pembakar Kantor Desa di Maluku, 18 Warga Tertembak

Antara - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 13:12 WIB
Tokoh masyarakat Desa Tamilouw dipimpin Habiba Pelu menemui Wakapolda Maluku pada Selasa (7/12) (Daniel/Antara)
Tokoh masyarakat Desa Tamilouw dipimpin Habiba Pelu menemui Wakapolda Maluku pada Selasa (7/12). (Daniel/Antara)
Jakarta -

Kericuhan mewarnai penangkapan pelaku pembakaran kantor desa di Desa Tamilou, Kecamatan Amahi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Sebanyak 18 warga terkena diduga tembakan polisi.

Tim Propam Polda Maluku mengusut insiden tertembaknya warga dalam peristiwa tersebut. Propam menyelidiki prosedur penangkapan pelaku pembakaran kantor desa hingga berujung tertembaknya belasan warga.

"Tim Propam Polda sudah diturunkan ke TKP untuk menyelidik apa langkah yang dilakukan anggota kami sudah sesuai prosedur dan koridor atau belum," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat seperti dilansir Antara, Rabu (8/12/2021).

Dia mengatakan sanksi akan diberikan jika penanganan kasus tersebut tidak sesuai prosedur. Diduga kericuhan bermula saat sempat ada upaya perampasan senjata api (senpi) petugas.

"Tetapi kita tunggu hasilnya seperti apa, dan barusan saya komunikasi dengan salah satu tokoh di sana yang mengakui tadi memang sempat terjadi aksi perampasan senjata, baik senjata genggam maupun senjata bahu dan terjadi tarik-menarik sehingga ada yang keluarkan tembakan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada Selasa (7/12) pagi, anggota Polres Maluku Tengah, yang terdiri atas Satuan Brimob, Shabara, dan beberapa anggota Polres dan Polsek, masuk ke Desa Tamilou, Kecamatan Amahai. Dipimpin Kapolres Maluku Tengah AKBP Rosita Umasugy, polisi hendak menangkap 11 pelaku diduga terlibat penebangan tanaman dan pembakaran kantor Desa Tamilou pada beberapa waktu lalu.

Para pelaku ini sudah dipanggil berulang kali, dan polisi juga melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat Tamilou untuk menyerahkan diri. Namun para terduga pelaku tidak kooperatif sehingga polisi mendatangi lokasi untuk melakukan penangkapan.

Polisi berhasil menangkap 5 dari 11 pelaku tersebut. Kemudian masyarakat langsung berkerumun dan membunyikan tiang listrik dan datang menghadang anggota polisi.

"Sempat juga ada usaha warga merebut senjata anggota, baik laras pendek maupun yang laras panjang, sehingga terjadi tarik-menarik. Ada pula pelemparan terhadap anggota, menyebabkan tujuh orang terluka dan empat unit kendaraan rusak," kata dia.

Untuk membubarkan massa, polisi melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata sehingga ada warga yang terkena peluru pistol ataupun peluru karet.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.