7 Polisi Luka-4 Mobil Dirusak Saat Penangkapan Pembakar Kantor Desa di Maluku

Muslimin Abbas - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 14:13 WIB
7 Polisi terluka dan 4 mobil rusak akibat diserang warga di Maluku Tengah. (dok. Istimewa)
Tujuh polisi terluka dan empat mobil rusak akibat diserang warga di Maluku Tengah. (Foto: dok. Istimewa)
Maluku Tengah -

Tujuh personel kepolisian mengalami luka dan empat mobil polisi dirusak saat proses penangkapan pelaku pembakaran kantor Desa Tomilow, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Polisi yang hendak menangkap para pelaku dihadang oleh warga desa setempat.

Personel Polres Maluku Tengah awalnya mendatangi Desa Tomilow untuk menangkap para pelaku pembakaran kantor desa dan perusakan taman di Dusun Rounussa, Kabupaten Maluku Tengah, pada Selasa (7/12/2021) sekitar pukul 06.00 Wita. Sebelum melakukan penangkapan, polisi telah melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar pelaku pembakaran kantor desa segera menyerahkan diri.

"Tim dari Polres Maluku Tengah yang dipimpin langsung oleh Kapolres melakukan penangkapan para diduga pelaku perusakan taman warga Dusun
Rounussa, kemudian pelaku pembakaran kantor Desa Tomilow," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

"Ini beberapa kali yang diduga sebagai pelaku ini sudah diupayakan dengan cara persuasif, sudah dipanggil beberapa kali, sudah pendekatan kepada masyarakat untuk para pelaku diserahkan," lanjutnya.

Karena upaya persuasif tidak membuahkan hasil, tim dari Polres Maluku tengah lalu datang ke Desa Tomilow untuk melakukan penangkapan. Namun polisi dihadang dan langsung diserang warga.

"Ada masyarakat yang sudah melakukan perusakan terhadap kendaraan milik Polri, ada empat unit mobil yang dirusak, kemudian tujuh anggota kami juga luka-luka," ujarnya.

Polisi yang terdesak kemudian membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

"Sehingga beberapa yang terkena (gas air mata), bahkan peluru karet juga yang mungkin masyarakat yang terkena," tuturnya.

Atas adanya kejadian itu, Propam Polda Maluku diperintahkan mengusut peristiwa yang terjadi. Dia memastikan seluruh anggota yang bertugas di lapangan saat proses penangkapan menggunakan peluru karet.

"Semuanya peluru karet karena sebelum berangkat sudah diperiksa. Tindakan tadi dipimpin langsung oleh Kapolres dan Wakapolres, kemudian ada juga anggota masyarakat yang berusaha merebut senjata," tuturnya.

(nvl/nvl)