PKB Fokus ke RUU TPKS dan RUU Kesejahteraan Ibu-Anak di Prolegnas 2022

Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 11:53 WIB
Anggota DPR PKB Cucun Ahmad Syamsurijal
Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan fraksinya akan fokus memperjuangkan pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak dalam Prolegnas Prioritas 2022. Meski begitu, Cucun menuturkan bahwa 40 RUU yang masuk dalam Prolegnas Prioritas juga merupakan beleid penting.

"Kami menilai RUU TPKS layak untuk segera ditetapkan karena saat ini terjadi darurat kekerasan seksual. Sedangkan RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak begitu penting karena akan memastikan jaminan kesehatan, ketercukupan gizi, hingga kesejahteraan ibu dan anak di tanah air," ujar Cucun, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021).

Cucun menuturkan revisi UU Cipta Kerja, RUU Ibu Kota Negara Baru (IKN), RUU Perlindungan Data Pribadi, RUU Sistem Keolahragaan Nasional dan RUU Narkotika tak kalah penting. "Fraksi PKB akan aktif mengawal berbagai RUU tersebut agar bisa disahkan, tetapi bagi kami tetap ada target prioritas yang kami perjuangkan sebagai kebijakan fraksi," ucap dia.

Anggota Komisi III DPR itu menilai pembahasan serta pengesahan RUU TPKS dan RUU Kesejahteraan Ibu-Anak harus disegerakan dengan dasar alasan dinamika di lapangan yang dinilai sudah mendesak. Dia mencontohkan, RUU TPKS saat ini dinilai begitu dibutuhkan lantaran kian banyaknya korban kekerasan seksual.

"Kasus tewasnya Novi Widyasari, mahasiswa Universitas Brawijaya yang nekat bunuh diri karena mengalami kekerasan dalam pacaran (violence of dating) harus menjadi monumen betapa dibutuhkannya perlindungan korban kekerasan seksual di Tanah Air," tegas dia.

"RUU TPKS ini tidak sekadar memastikan hukuman bagi pelaku, tetapi juga perlindungan organ negara bagi korban kekerasan seksual agar bisa speak up. Sehingga tidak menyakiti diri sendiri," sambungnya.

Dia mengumpamakan kasus kekerasan seksual saat ini seperti fenomena gunung es. Kasus yang muncul ke permukaan tampak tak seberapa, padahal kasus sebenarnya di lapangan begitu banyak.

Simak juga 'Survei TII: DPR Jadi Lembaga Paling Korup di RI':

[Gambas:Video 20detik]