Kawasan Megamas Manado Diterjang Gelombang Pasang, Warga Diimbau Waspada

Trisno Mais - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 23:17 WIB
Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulut, dilanda banjir rob setinggi 15 cm akibat gelombang pasang laut (Trisno Mais/detikcom)
Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulut, dilanda banjir rob setinggi 15 cm akibat gelombang pasang laut. (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), dilanda banjir rob setinggi 15 cm. Banjir disebabkan gelombang pasang laut setinggi hampir 5 meter di perairan Teluk Manado.

Pantauan detikcom, Selasa (7/12/2021), hingga pukul 21.00 Wita, parkiran di area Megamas terendam air laut.

Terpantau, sebagian lokasi telah ditutup untuk mengantisipasi terjadinya gelombang pasang. Terlihat, ada beberapa kendaraan yang terjebak di parkiran karena air pasang.

Kepala BPBD Manado Peter Eman mengatakan sekitar pesisir pantai Manado mengalami banjir karena gelombang pasang. Sejumlah kendaraan harus keluar area kawasan Megamas karena lokasi tersebut telah tergenang air laut.

"Kita tidak bisa pastikan di dalam Mantos, tapi ada air pasang yang naik hingga di parkiran sekitar kawasan di bibir pantai. Jadi untuk gelombang yang memecah di parkiran itu betul," kata Peter ketika dimintai konfirmasi, Selasa (7/12/2021).

Peter mengungkapkan, ketinggian air pasang di lokasi parkiran bervariasi.

"Kalau di parkir sekitar 10-15 cm. Kalau ombak melewati tanggul, pasti besar. Kalau air tergenang 10-15 cm," jelas dia.

Peter menjelaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan dampak dari air pasang tersebut. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Sulut.

"Kami mengutamakan lagi mendata kalau ada korban jiwa. Tapi ini belum ada laporan, baru kemudian kita identifikasi kerusakan-kerusakan," tuturnya.

Dia mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha yang ada di sekitar kawasan agar tetap waspada potensi bencana.

"Apabila terjadi peningkatan-peningkatan harus segera mengungsi ke tempat aman atau tempat usaha melakukan penyelamatan ke pengunjung yang ada," jelas dia.

(jbr/jbr)