Pakar Kebencanaan UGM Puji Ganjar Kirim Bantuan ke Korban Semeru

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 22:16 WIB
Ganjar dalam acara penanaman pohon di Batealit, Jepara. 4-5-2021
Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Pakar Kebencanaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Suratman mengapresiasi aksi Gubernur Jawa Tengah mengirimkan bantuan logistik dan tim relawan ke Jawa Timur untuk membantu penanganan korban erupsi Semeru. Menurutnya, aksi tersebut dinilai menunjukkan wajah bangsa Indonesia yang selalu tolong menolong dan bergotong royong.

"Saya mengikuti sejak dulu, Jateng itu kerap memberi bantuan untuk daerah lain yang terkena bencana. Ada untuk Lombok, Palu dan lainnya. Jateng sangat peduli terkait kebencanaan di Indonesia. Saya kira itu mungkin sudah jadi policy yang sudah ditetapkan Ganjar. Menurut saya itu sangat oke," kata Prof Suratman dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Ia menilai, aksi yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo merupakan wujud dari toleransi dan kemanusiaan. Pasalnya, di tengah kondisi daerah lain sedang kesusahan, Jateng mampu hadir untuk mengulurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

"Ganjar menerapkan nilai-nilai luhur nenek moyang tentang gotong royong, ber-Pancasila, dan berempati. Ini wajah Indonesia, ini karakter Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan," ungkapnya

Prof Suratman menekankan, ego sektoral tidak boleh dilakukan dalam hal kebencanaan. Namun semua daerah mesti satu niat yakni untuk kemanusiaan.

"Tidak boleh soal bencana dikaitkan dengan otonomi daerah. Nggonku ya nggonku (wilayahku ya wilayahku). Tidak boleh seperti itu, kacau nanti. Semua harus bergerak, saling tolong menolong dan bergotong royong," ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Suratman menyebut apa yang dilakukan oleh Ganjar merupakan wujud dari cara melestarikan nilai-nilai budaya Indonesia, Pancasila, dan empati. Jika hal tersebut turut dilakukan oleh semua pihak, maka Indonesia bisa menjadi negara tangguh bencana.

"Indonesia itu berada di ring of fire, sama dengan negara lain misalnya Filipina, Jepang dan lainnya. Tapi Indonesia lebih punya keunggulan kultural, sosial dan lainnya yang terus hidup di masyarakatnya sampai kini," tambahnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Pakar Sosial Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Hermawan Pancasiwi. Ia menilai, aksi Ganjar memberikan bantuan untuk korban erupsi Semeru murni aksi solidaritas dan kemanusiaan.

"Terlepas apakah orang mengaitkan ini pencitraan, itu terserah. Karena setiap orang Indonesia itu punya hak dan kewajiban untuk membantu saudara-saudara yang menderita. Mari kita lihat secara sederhana dan positif, bahwa ini betul-betul aksi kemanusiaan," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Ganjar karena gerak cepat dalam menolong korban erupsi Gunung Semeru. Sifat tolong menolong ini lah yang merupakan nilai kebanggsan Indonesia yang harus dimiliki oleh setiap orang.

"Ini semangat otentik asli Indonesia. Apa yang dilakukan pak Ganjar itu kita harus apresiasi. Apalagi, Jatim dan Jateng itu tetangga. Sudah seharusnya kita saling tolong menolong. Jateng juga punya gunung berapi, kalau meletus maka daerah lain juga akan datang membantu," pungkasnya.

(prf/ega)