Mendes: Membangun Desa Sebuah Keniscayaan, Tak Bisa Ditunda

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:55 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Foto: dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar berkunjung ke Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, 32 kilometer dari Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia mengatakan desa memiliki beragam potensi yang besar untuk dikembangkan. Bahkan, ia mengatakan untuk membangun Indonesia harus dilakukan dari desa.

"Kalau saya ke suatu daerah, yang saya tuju pertama adalah desa. Desa pasti punya ciri khas dan membangun desa adalah sebuah keharusan, sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditunda-tunda lagi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Dalam kunjungan Senin (6/12) itu pula, ia menyempatkan diri untuk meresmikan berbagai fasilitas di Desa Wae Lolos dan Desa Sano, Manggarai Barat berdasarkan skema Bantuan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Pengembangan Objek Wisata Tahun 2021.

Menurutnya, skema tersebut membuat desa mendapatkan bantuan Rp 600 juta. Yang mana dana tersebut digunakan untuk membangun beberapa fasilitas seperti toilet di desa wisata, kolam air panas, dan gazebo.

Abdul Halim menilai potensi yang dimiliki oleh Desa Wae Lolos sangat besar. Sebab, Desa Wae Lolos sudah terkenal memiliki banyak air terjun. Bahkan, desa tersebut juga terkenal dengan sebutan Desa Seribu Air Terjun.

"Harus disebarluaskan ke seluruh masyarakat sehingga Labuan Bajo tidak hanya tentang wisata di tengah kota. Untuk itu, Kemendes PDTT sedang menyiapkan platform promosi dan lomba desa wisata. Total hadiahnya lebih dari Rp1 miliar dengan ketentuan yang akan segera dipublikasikan," katanya.

Ia menambahkan, perlu menggencarkan promosi agar dapat mempopulerkan desa wisata. Namun, ia berpesan, di balik itu semua desa-desa tidak boleh keluar dari akar budaya yang telah dianut selama ini.

"Pembangunan desa-desa wisata tidak boleh keluar dari akar budaya, sebagaimana dijelaskan di dalam SDGs Desa Nomor 18, yaitu kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. Wisata itu yang penting promosinya. Kalau promosinya bagus, orang juga pasti tertarik," ungkap dia.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengapresiasi kunjungan dari Mendes PDTT. Menurutnya, Abdul Halim Iskandar merupakan menteri pertama yang datang mengunjungi desa di Labuan Bajo.

"Banyak menteri yang datang ke Labuan Bajo, ke Manggarai Barat, tapi hanya Menteri Desa yang datang ke desa di Manggarai Barat," kata Edistasius.

(prf/ega)