Kian Banyak Mahasiswi hingga Alumni Ngaku Dilecehkan Dosen Unsri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:49 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Jumlah korban pelecehan seksual oleh dosen R yang mengajar di Universitas Sriwijaya (Unsri) makin banyak. Selain mahasiswi, ada alumni yang mengungkap kelakuan bejat dosen R.

Ketua Tim Koalisi Penghapusan Kekerasan Seksual Universitas Sriwijaya (Unsri) dan IKA Unsri, Yan Iskandar, menyebut ada tujuh mahasiswi dan alumni yang mengaku menjadi korban pelecehan oleh R. Ketujuh orang itu disebut mengalami pelecehan serupa dengan tiga mahasiswi yang sudah lebih dulu melapor ke polisi.

"Iya benar, ada sekitar tujuh orang lagi dari mahasiswi dan alumni Unsri yang mau melaporkan dosen R atas kasus pelecehan seperti dengan yang sudah dilaporkan tiga mahasiswi sebelumnya," kata Yan Iskandar kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

Yan mengatakan R diduga sudah melakukan pelecehan sejak 2014. Dia menyebut ada dosen yang sempat coba memediasi kasus ini, namun dosen tersebut malah dipojokkan.

"Informasinya kejadian pelecehan seperti ini diduga sudah dilakukan dosen R itu sejak 2014. Di tahun itu, sudah pernah dimediasi oleh salah satu dosen terkait masalah seperti ini, namun sayangnya dosen itu malah seperti dipojokkan kala itu," katanya.

Dia menegaskan pihaknya bakal mendampingi korban melaporkan kasus ini ke polisi. Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan barang bukti dugaan pelecehan oleh R terhadap tujuh orang tersebut.

"Kita melakukan verifikasi laporan dari korban terlebih dahulu. Setelah semuanya lengkap, kita akan bersama-sama melaporkannya ke polisi," jelas Yan.

Polisi juga mengimbau korban-korban lainnya agar segera melapor. "Kita imbau kepada korban-korban lain untuk segera melapor, bersama-sama kita bersihkan praktik-praktik (cabul) seperti ini di dunia pendidikan kita," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan.

4 Laporan Masuk

Sebagai informasi, polisi telah menerima empat laporan terkait dugaan pelecehan yang dialami empat mahasiswi. Ada dua dosen yang menjadi terlapor dalam kasus ini.

Pada kasus pertama, polisi telah menetapkan dosen bernama Adhitya (34) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap mahasiswi berinisial DR. Korban diduga dicabuli saat bimbingan skripsi.

Adhitya telah ditahan oleh polisi. Selain itu, Unsri telah mencopot Adhitya dari jabatannya dan memberikan sanksi berupa penundaan naik pangkat, penundaan naik gaji, hingga penundaan sertifikasi dosen. Unsri menyerahkan kasus hukum ke polisi.

Kedua, polisi masih mengusut dugaan pelecehan oleh dosen berinisial R. Kasus ini dilaporkan oleh tiga orang mahasiswi, yakni C, F, dan D. Pelecehan diduga terjadi lewat aplikasi perpesanan.

Unsri Tak Intervensi

Unsri menegaskan tak akan ikut campur dalam persoalan hukum dosen tersebut. Sikap Unsri menyerahkan semua proses hukum itu kepada pihak berwajib.

"Kalau sudah masuk ke ranah hukum, silakan dipertanggungjawabkan, sikap Unsri seperti itu," kata Wakil Rektor 1 Unsri, Zainuddin Nawawi, kepada wartawan, Selasa (7/12).

Dia mengatakan Unsri juga telah memberikan sanksi kepada si dosen. Dia menegaskan Unsri menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada polisi.

"Polisi pasti yang lebih tahu. Kalau bukti memang dari awal loh, memang saya sudah menetapkan bersalah berdasarkan pengakuannya," kata Zainuddin.

Adhitya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa polisi pada Senin (6/12).

"Iya sudah (ditetapkan tersangka)," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan ketika dimintai konfirmasi.

Polisi kemudian menahan Adhitya. Dia ditahan selama 20 hari ke depan.

"Tersangka AR (A) langsung ditahan 20 hari ke depan terhitung mulai pukul 00.00 WIB dini hari nanti," ucapnya.

(rdp/rdp)