5.205 Rumah Terdampak Erupsi Semeru, 4.250 Orang Mengungsi

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 20:56 WIB
Erupsi Gunung Semeru merusak ribuan rumah warga. Desa Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang disebut sebagai desa terparah yang terdampak erupsi Semeru. Ini fotonya
Erupsi Gunung Semeru (Antara Foto)
Jakarta -

Jumlah data korban terdampak erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur (Jatim) bertambah. Tercatat korban meninggal sebanyak 34 orang dan 22 hilang.

"Korban jiwa dan materi terus mengalami penambahan. Sampai dengan saat ini, korban jiwa terdapat di posko kami adalah 34 orang, 22 orang dinyatakan hilang berdasarkan laporan dari masyarakat, RT, maupun desa terkait dan untuk luka berat 22 orang," kata Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kol Inf Irwan Subekti, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube, Selasa (7/12/2021).

Selain itu, rumah terdampak disebutkan sebanyak 5.205 rumah. Dengan jumlah pengungsi 4.250 orang yang tersebar di beberapa tempat.

"Untuk rumah yang terdampak adalah 5.205 rumah. Kemudian untuk data penduduk sampai saat ini adalah 4.250 orang tersebar di beberapa tempat di antaranya di masjid-masjid, di sekolah-sekolah, balai desa, termasuk ada yang di rumah penduduk atau rumah saudaranya sendiri," tuturnya.

Irwan juga mengatakan sebanyak 10 kecamatan dan 17 desa terdampak. Dengan lokasi pengungsian sebanyak 19 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang

"Kota wilayah yang terdampak adalah 10 kecamatan dan 17 desa. Untuk titik lokasi pengungsian sampai saat ini yang terdata adalah 19 titik," imbuhnya.

Sebelumnya, BNPB juga memberikan update terkait pemulihan listrik pasca-erupsi Gunung Semeru di sekitar Kabupaten Lumajang. Disebutkan saat ini 112 gardu terdampak telah pulih 100%.

"Untuk penyulang terdampak erupsi 1 unit sudah menyala sehingga 100% sudah selesai. Untuk distribusi terdampak, sudah menyala 112 unit sehingga 100% pulih," ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari.

Namun, disebutkan, dari 30.523 pelanggan, masih ada 2.482 yang padam sehingga persentase recovery sebanyak 91,9%.

(dwia/jbr)