BNNK: 4 Desa di Banda Aceh Masuk Kategori Bahaya Narkoba

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 15:48 WIB
Ilustrasi Banda Aceh (Agus Setyadi-detikcom)
Ilustrasi Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh menyebutkan empat desa di Kota Gemilang masuk kategori bahaya narkoba. Kategori itu ditetapkan berdasarkan hasil penelitian setahun terakhir.

"Kita pada tahun 2021 ada lebih-kurang empat desa yang memang sesuai dengan indikator masuk ke kategori bahaya, karena memiliki lima indikator pokok minimal dan empat indikator pendukung," kata Kepala BNNK Banda Aceh Hasnanda Putra saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (7/12/2021).

Hasnanda tidak merinci keempat desa tersebut. Selain kategori bahaya, tiga desa ditetapkan sebagai kategori waspada serta 79 desa masuk kategori siaga dan aman.

Menurutnya, sejumlah indikator yang menjadi penilaian di antaranya kasus kejahatan narkoba, ada angka pengguna narkoba, interaksi sosial masyarakat, serta apakah ada bandar atau pengguna narkoba atau tidak. Indikator pemetaan kawasan rawan narkoba itu berlaku secara nasional.

"Dalam mengukur sebuah kawasan rawan narkoba, digunakan delapan indikator pokok dan lima indikator pendukung," ujar Hasnanda.

Hasnanda mengatakan BNNK Banda Aceh bakal melakukan berbagai kegiatan pencegahan dengan melibatkan masyarakat. Pihaknya juga bakal melakukan penyuluhan dengan menyasar keluarga sehingga pengguna narkoba diharapkan berkurang.

"Kita juga melakukan program intervensi berbasis masyarakat (IBM) untuk melakukan rehabilitasi ke desa, karena selama ini di kantor BNN, ini sekarang kita buat di desa terdekat dengan membentuk agen pemulihan dari unsur warga," ujar Hasnanda.

Hasnanda mengajak semua pihak berperan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Selama ini, katanya, BNNK menggelar kegiatan sosialisasi dengan melibatkan Babinsa serta Babinkamtibmas.

"Setelah pemetaan ini diharapkan semua desa di Banda Aceh menjadi desa bersih dari narkoba (Bersinar)," sebut Hasnanda.

(agse/isa)