Eks Pegawai KPK yang Terima Jadi ASN Polri Akan Awasi Dana COVID

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 15:16 WIB
Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo membawa kardus membersihkan barang di kantornya.
Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo, membawa kardus membersihkan barang di kantornya. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 44 mantan pegawai KPK menerima tawaran menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Salah satu tugas yang bakal diemban adalah mengawasi dana COVID-19.

"Kami akan fokus dalam penugasan-penugasan yaitu pertama mengawasi dana COVID," kata mantan Ketua Wadah Pegawai Penyidik KPK, Yudi Purnomo, kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

Yudi menyebut ke-44 mantan pegawai KPK nantinya juga diminta mengawasi dana pemulihan ekonomi. Alasannya, hingga kini belum ada lembaga ataupun pihak yang mengawasi proyek-proyek strategis nasional tersebut.

"(Mengawasi) Proyek-proyek strategis nasional. Kemudian dana pemulihan ekonomi nasional yang sangat kuat dan memang belum ada orang-orang atau instansi yang mengawasi terhadap proyek strategis tersebut yang tadi disebutkan," ujar Yudi.

Yudi menyatakan dirinya sudah siap mengemban tugas-tugas tersebut. Dia bersama 44 eks pegawai KPK yang lain menilai tawaran menjadi ASN Polri merupakan suatu amanah yang harus dijaga.

"Kami yakin dengan kemampuan yang bergabung Polri kami siap untuk mengawasi tentu dengan sistem dan tata cara yang mungkin kami akan buat. Tetapi intinya bergabung dengan Polri adalah panggilan kembali dari Indonesia kepada kami," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 44 mantan pegawai KPK menyatakan telah menerima menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Namun 12 orang lainnya menolak tawaran menjadi ASN Polri.

"Ya 44 sudah oke semua. Yang tidak bersedia 12," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, pagi ini.

Dedi mengungkapkan, ke-44 mantan pegawai KPK tersebut hari ini mengikuti uji kompetensi. Diketahui, satu orang mengikuti uji kompetensi tersebut secara daring.

"Seleksi kompetensi jumlah 44 orang. Hadir 44 orang. 43 orang di ruang CAT Mabes Polri, 1 orang online," kata Dedi.

Uji kompetensi tersebut bertujuan memetakan kemampuan Novel Baswedan dkk. Nantinya, Novel cs akan ditempatkan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Hanya mapping. Sesuai kompetensi untuk ditempatkan pada ruang jabatan yang sudah disiapkan. Nggak ada (untuk menentukan lulus atau tidak)," ujarnya

(rak/aud)